Senin, 09 September 2019

Alexandre Dumas, Sang Penulis Inspiratif


Pernah mendengar penulis Alexandre Dumas? Penulis asal Perancis yang terkenal dengan novel-novel historisnya yang penuh dengan petualangan, sejarah, kisah-kisah cinta romantis yang memikat hati? Yuk, kita simak sedikit kisah sang penulis yang tetap melekat di hati hingga kini. Padahal sudah bertahun, bahkan berabad-abad berlalu, namun karya-karyanya yang menakjubkan tetap abadi dalam dunia sastra.

Beberapa novelnya yang terkenal adalah, The Count of Monte Cristo, The Three Musketeers, Ten Years Later, The Black Tulip, The Man in The Iron Mask dan lain sebagainya. Bahkan novel The Count of Monte Cristo yang fenomenal telah beberapa kali diangkat ke layar lebar, dan telah diterjemahkan ke dalam 100 bahasa. Luar biasa kan?




Alexandre Dumas yang lahir pada 24 juli 1802, mampu membius para pembacanya dengan tulisan-tulisan dalam novelnya yang penuh dengan intrik, romansa, menegangkan, berliku-liku, dan dibuat penasaran. Dalam salah satu novelnya yang populer, The Count of Monte Cristo, yang bergenre Fiksi sejarah dengan latar belakang kehidupan masyarakat Perancis saat Napoleon Bonaparte diasingkan ke pulau Elba pada masa pemerintahan raja Louis Phillipe. Semua tokoh dalam kisah ini, yang awalnya tidak terlihat saling berhubungan, ternyata akan berkaitan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya dengan sangat tak terduga. Kita akan dibawa berkeliling untuk mengenali setiap karakter masing-masing yang jumlahnya tidak sedikit, dengan nama-nama Perancis dan Italia yang cukup kental. Tujuan balas dendam dari tokoh utama akan mengungkap tabir satu persatu dengan sangat rapi dan terencana, sungguh kisah ini begitu sangat luar biasa dan benar-benar menakjubkan. Novel ini adalah novel terbaik yang pernah saya baca sepanjang hidup saya.

Setelah membaca novel-novelnya, hal pertama yang terpikirkan adalah, berdecak kagum dan membayangkan bagaimana hebatnya sang penulis menuangkan imajinasinya dalam alur cerita yang rumit. Terkadang saya membacanya berulang-ulang hanya untuk lebih memahami setiap ceritanya. Sama sekali tidak ada kebosanan dengan cerita dalam setiap novelnya, yang ada hanyalah rasa greget dan semakin terlena membaca seluk beluk kisah didalamnya, seolah benar-benar nyata. Hal kedua adalah, ingin mengulang kembali membacanya karena penasaran. Terus terang bagi saya, membaca karya-karyanya adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Seolah-olah kita sedang berada di sana dan ikut andil dalam kisah di dalamnya. Bahasanya yang benar-benar sastra adalah salah satu kelebihannya.

Pada awalnya Dumas hanyalah seorang juru tulis. Ayahnya yang seorang jenderal saat itu, jatuh bersamaan dengan jatuhnya Napoleon Bonaparte. Karena masalah keuangan dalam keluarganya, Dumas tidak mendapatkan pendidikan yang baik. The Three Musketers, adalah roman yang sangat luar biasa yang telah mengangkat namanya menjadi seorang penulis dunia yang sangat harum namanya. Namun sayang, akhir hidup penulis kenamaan ini tak seindah karya-karyanya. Ia akhirnya berpulang secara mengejutkan dan misterius. Kepergiannya tentu menduduki tempat khusus bagi para penggemarnya hingga saat ini. Karya-karya terbaiknya masih banyak dicari dan diminati

.


Nah, Dears itulah cerita dari seorang penulis yang sangat menginspirasi. Sama halnya dengan para penulis-penulis dalam negeri sendiri yang membanggakan. Semua penulis tentu memiliki gaya dan ciri khas yang berbeda-beda, dan semua itu adalah keindahan yang tiada batas.


Salam
Ira Mulya
Sumber Gambar: Wikipedia, buku yang kubaca,Gramedia Digital


#ODOP
#Day 10
#Estrilook Community




Minggu, 08 September 2019

Bagaimana Cara Meningkatkan Minat Baca di Era Digital


Membaca adalah hal yang mengasyikkan. Seseorang yang memiliki hobi membaca tentu agak sedikit berbeda ya, di bandingkan dengan orang yang tidak suka membaca. Biasanya, mereka yang selalu membaca cenderung lebih banyak memahami hal apapun. Membaca telah membuatnya banyak menangkap aneka informasi baru yang sedang beredar di luar. Orang yang hobi membaca nggak akan memilih-milih buku apa saja yang harus dibacanya. Jadi, buku apapun akan sangat menarik perhatiannya dan keingintahuannya.

Pernah mendengar istilah, buku adalah jendela dunia? begini kira-kira, di luar jendela itu kita bisa menangkap segala apapun di luar keterbatasan kita. Nah, mirisnya lagi, kita sebagai bangsa indonesia dengan penduduk terbanyak keempat di dunia menyandang predikat menyedihkan soal kebiasaan membaca buku yang sangat minim. Namun bagi orang tua yang ingin anaknya gemar membaca sejak dini, mereka kerap menanamkan kebiasaan itu sejak anaknya balita, agar kebiasaan itu terbawa sampai dewasa.

Bagi sebagian banyak orang membaca adalah pekerjaan yang membosankan dan melelahkan. Kenapa coba? mungkin faktor yang tidak dibiasakan dari kecil atau rasa malas melihat tulisan kecil-kecil dalam buku yang berlembar-lembar halamannya. Padahal bila sudah membaca sedikit saja, misalnya cerita fiksi yang menarik dari awal cerita, tentu akan timbul rasa penasaran tentang cerita selanjutnya. Dengan begitu kemungkinan minat membaca akan sedikit meningkat. Beda dengan membaca buku pelajaran, yang akan sangat tidak menarik minat untuk melanjutkan membacanya walaupun sangat diperlukan untuk sebuah jawaban dari pertanyaan soal-soal pelajaran.


Nah dears, untuk meningkatkan minat baca, tidak ada salahnya untuk membaca buku-buku cerita ringan terlebih dahulu, sebelum membaca buku-buku yang lainnya yang cukup berat dari segi ketebalan buku. Contoh sederhananya begini, sebetulnya membaca surat kabar harian saja sudah banyak ilmu yang akan didapatkan. Tulisan-tulisan di surat kabar itu adalah yang terlengkap. Berita- berita yang aktual dan menarik, baik di dalam negeri dan mancanegara dan dari berita politik, sosial, budaya, olah raga, hiburan dan lainnya semua sudah tersaji di dalamnya. Tapi, kenapa anak-anak generasi muda sekarang tidak begitu menyukai surat kabar harian yang banyak beredar ya ?

Untuk meningkatkan minat membaca, terutama pada anak-anak, tidak ada salahnya sekali waktu datang ke toko buku terlengkap yang menyediakan banyaknya judul buku terbaru dan terlaris. Belilah buku-buku yang menarik untuk di baca, sesuaikan dengan kategori usianya. Atau kunjungi perpustakaan yang ada di kotamu. Perpustakaan zaman sekarang sudah dirancang sedemikan menariknya guna untuk menarik minat pengunjung yang datang. Dari mulai gedung, penataan ruangan lengkap dengan pendinginnya, kursi-kursi dan meja-meja yang nyaman untuk membaca, serta judul buku yang ribuan jumlahnya. Bahkan tersedia ruang baca khusus untuk anak usia 12 tahun ke bawah, yang dirancang seperti lesehan di lantai yang dilapisi permadani tebal. Bantal-bantal kursi warna-warni, dan rak buku yang penuh dengan buku-bukunya, tentu buku untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun ke bawah.



Membaca tentunya tidak harus selalu dari buku atau majalah dan surat kabar. Di zaman digital yang semakin pesat ini, dunia internet sudah menguasai dan merajai semuanya. Kita tinggal mengkliknya, semua sudah tersedia dengan mudah dan cepat. Namun untuk membiasakan membaca sejak dini, buku tetap menjadi pilihan yang sederhana dan yang terbaik, selain menarik dan mudah dibawa kemana-mana, buku dapat di koleksi sendiri.

Nah, dears...itulah sedikit ulasan dari saya tentang meningkatkan minat baca, terutama pada anak-anak khususnya dan pada masyarakat indonesia umumnya. Semoga dengan gemar membaca, tentunya akan mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga bermanfaat.


Salam
Ira Mulya
Sumber Gambar Atas: BukaReview
Sumber Gambar Bawah : Jejak Pena Lish Adnan

#ODOP
#Day 9
#Estrilook Community














Sabtu, 07 September 2019

Di balik Hits Lagu "I love You 3000" Stephani Poetri



Hai kawula muda pecinta musik, pasti kalian lagi gandrung dengan lagu yang lagi hits banget ini kan? Siapa lagi kalau bukan Stephani Poetri yang membawakannya. Single baru miliknya ini berjudul I Love You 3000. Lagu yang berbahasa asing ini, video klipnya sudah ditonton lebih dari 17 juta kali di Youtube dan Spotify, dan 35 juta kali di akun official Stephani. Tidak butuh waktu lama lagu ini melejit bak roket. Lagu yang terinspirasi dari karakter Iron Man dan dialog dalam film Avengers Endgame ini, memiliki melodi yang ringan, enak di dengar dan mudah banget diingat, dengan iringan musik akustik yang begitu apik.





Gadis 19 tahun blasteran Indonesia Amerika ini memang memiliki bakat menyanyi yang diturunkan oleh sang ibu, Titi DJ. Suara doi yang keren abis ini emang pas banget di telinga pecinta musik tanah air. Bukan hanya kalangan muda tetapi di berbagai kalangan pun akan langsung jatuh hati dengan suara gadis ini yang benar-benar jernih dan merdu. Dan satu lagi nih yang bikin gadis ini semakin melejit namanya, selain suaranya yang oke punya, lagu I Love You 3000 ini liriknya di tulis sendiri olehnya. Berbakat banget ya!

Selain meledak di pasaran, lagu ini juga banyak di cover penyanyi lain. Tak heran label musik Amerika yaitu 88Rising telah mengontrakntya guys! Gimana? Keren kan?
Yuk, tinggal kita tunggu kesuksessan gadis cantik ini.
Eh, ternyata, saat usia 8 tahun, ia pernah mengikuti ajang pencarian bakat Indonesia Idol Junior lho!
Enggak heran kan? bakatnya semakin terasah dan namanya kian melambung.
Yuk guys, simak klipnya...keren dan pas buat pengantar istirahat kamu.

Salam
Ira Mulya


#ODOP
#Day8
#Estrilook Community



Pengalaman Berharga Menjadi Seorang Perempuan, yaitu Saat Melahirkan



Melahirkan adalah pengalaman luar biasa bagi seorang perempuan mana pun di dunia ini. Namun tidak semua perempuan pernah mengalami yang namanya melahirkan, semua semata-mata karena takdir dari Allah SWT. Dengan kondisi seperti itu perempuan akan merasa dirinya kurang sempurna, karena tidak dapat mewujudkan seorang anak dalam rumah tangganya. Aneka cara pengobatan telah ditempuhnya, baik secara medis maupun alternatif. Pendekatan kepada sang pemberi hidup sudah tak perlu ditanyakan lagi, setiap saat berdoa dan memohon agar cepat dikabulkan semua harapan dan impian memiliki momongan. Tetapi pada akhirnya harus sabar dan menerima kenyataan bilamana harapan belum terkabulkan. Apapun yang terjadi semua adalah ketetapanNYA. Tidak ada yang sempurna di dunia ini dan yakinlah tidak ada cobaan yang melebihi batas kemampuan manusia.

Saat Estrilook Community memberikan Rekomendasi Tema One Day One Post, hampir sebagian tema adalah yang pernah dialami dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya pengalaman melahirkan normal dan caesar. Dua-duanya pernah saya alami, bahkan anak kedua saya dilahirkan melalui proses Forcefs. Yang pertama normal dan yang ketiga caesar. Ketika hamil anak kedua dan ketiga, saya mengalami kelainan irama jantung. Yaitu, dimana jantung saya berdetak sangat cepat dari keadaan normalnya, dan membuat saya sesak nafas selama sampai bayi itu dikeluarkan dari perut. Selama itu pula saya pun bolak balik harus dilarikan ke ruang ICCU. Karena peningkatan hormon yang berlebihan di usia kandungan tujuh bulan ke atas, begitu Dokter Obgyn mengatakan. Ganguan itu muncul dan membuat kondisi saya sangat rentan dan harus dalam perawatan di rumah sakit dan dirawat bersama antara dokter specialis kandungan, dokter specialis jantung dan dokter specialis anak, karena anak yang saya kandung pun perlu perawatan sejak dini, karena sang ibu memiliki indikasi kelainan jantung.

Anak kedua saya lahir bulan agustus tahun 2000 di RSUP Sanglah Denpasar Bali, melalui proses Forcefs. Forcefs adalah alat yang digunakan untuk mengeluarkan bayi saat persalinan. Berbentuk seperti sepasang sendok besar untuk menjepit kepala bayi saat masih ada dalam rahim dan saat si ibu sedang dalam kontraksi. Cara ini menjadi salah satu alternatif persalinan saat si ibu memiliki penyempitan katup aorta jantung, sehingga dokter membatasi si ibu agar tidak mengejan. di Saat mengingat kejadian itu, jujur saya sangat sedih dan merinding, bagaimana tidak, dalam ruangan itu hanya saya seorang yang menjalani proses persalinan dengan kelainan jantung. Beberapa dokter spesialis dan beberapa dokter muda, serta beberapa Coass dan beberapa perawat hadir disitu. Saya sempat menghitungnya, mereka semuanya ada 17 orang. Perut saya dililitkan semacam sabuk dari karet yang halus agak melebar bentuknya, seperti ikat pinggang besar. Satu di bawah payudara dan satu lagi tepat di bawah perut saya yang buncit. Selang infus dan selang oksigen dan kabel-kabel kecil yang memantau irama jantung masih terpasang semua dalam tubuh saya dan terhubung dengan alat-alat yang entah apa namanya. Tak ada yang mustahil pikir saya, semasih saya bernafas saya terus mengucapkan doa dalam hati dan memasrahkan diri kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran dalam proses yang sangat menegangkan itu. Rasa takut dan lainnya sudah tak bisa saya gambarkan. Namun doa-doa dalam hati tetap saya panjatkan, semuanya membuat saya kuat dan tenang pada akhirnya dan benar-benar sudah saya ikhlaskan saat itu. Saat-saat menegangkan itu baru akan dimulai, dokter memberikan aba-aba kepada saya, karena saya memang tidak dibius jadi saya pun dalam kesadaran yang penuh, tapi ada beberapa suntikan di sana sini. Beberapa perawat memegang tangan dan kaki saya yang pastinya mengangkang di tempat semestinya agar tidak bergerak. Para Coass terlihat membawa catatan dan serius melihat proses itu dengan sangat seksama.

Rasa sakit yang luar biasa saya rasakan saat itu, jujur tak akan pernah bisa saya lupakan hingga sekarang. Bagaimana mungkin pikir saya saat itu, alat penjepit itu masuk melalui vagina dan menembus rahim dan menjepit kepala bayi saya hingga keluar. Jerit tak tertahankan pun melengking di ruangan itu seolah membiarkan saya sepuas-puasnya untuk mengekspresikan semua rasa sakit itu. Alat itu begitu keras dan membuat kepala bayi saya terlihat agak kedalam akibat jepitan itu dan biru-biru di kedua pelipisnya. Vagina saya sudah pasti terluka ,serasa membengkak dan ngilu di bagian sana sini akibat alat forcefs itu. Untuk mencegah pendarahan akibat dari forcefs itu dokter pun memberikan tampon dalam vagina saya agar darah tidak terlalu banyak keluar. Dampak forcefs pun bisa terjadi kepada bayi yang telah dikeluarkannya, walaupun jarang terjadi resiko seperti ini. Bayi akan mengalami cedera pada bagian luar, retak pada tulang tengkorak, luka ringan di wajah dan terjadi kelemahan sementara pada otot-otot wajah.

Enam tahun berlalu setelah itu, kelainan jantung pun hilang sama sekali dari diri saya, Saya hidup sehat tanpa keluhan apapun. Sampai pada akhirnya Allah memberikan kepercayaan lagi kepada saya untuk mengandung anak ketiga. Setelah melakukan konsultasi dengan ahlinya, dokter specialis obgyn pun merujuk saya ke dokter spesialis jantung untuk melakukan berbagai pemeriksaan, alhasil semuanya normal tak ada indikasi penyakit jantung dan tidak masalah untuk melanjutkan kehamilan yang saat itu masih berusia tiga minggu. Saya kembali ke dokter spesialis obgyn, dan memberikan hasil pemeriksaan dari dokter spesialis jantung tersebut. Singkat kata saya pun melanjutkan kehamilan dan mengalami hiperremisis yaitu gejala ngidam hebat, mual dam muntah sampai usia kehamilan memasuki empat bulan.

Memasuki usia kandungan tujuh bulan, tanpa diduga saya kembali mengalami kelainan jantung dengan indikasi yang hampir sama seperti kehamilan anak kedua. Dan perawatan kembali dilakukan dengan dokter-dokter yang merawat bersama. Bolak -balik ke ruang ICCU beberapa kali membuat saya kehilangan kepercayaan diri. Rasa takut akan kematian terus saya pikirkan. Bagaimana dengan nasib kedua anak saya yang masih kecil-kecil, belum yang nanti akan saya lahirkan kembali. Semoga anak saya lahir dengan sehat dan selamat, begitu juga dengan saya. Suami saya pun harus kembali  menunggui saya di rumah sakit. Saat saya di ruang ICCU, hal yang membuat saya trauma adalah keadaan pasien-pasien yang datang silih berganti dan meninggal di sana, belum yang koma dan yang lainnya yang membuat saya susah tidur harus mendengar dan menyaksikan itu semua di depan mata kepala saya sendiri. Saya pun saat itu sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi dan menimpa diri saya. Suatu malam kondisi saya ngedrop, semuanya melemah, dokter jaga di ruang ICCU dan perawat-perawat dan co-ass itu silih berganti memantau keadaan saya dan mencatat semua perkembangan saya bersama bayi saya. Keadaan semakin memburuk, lewat panggilan speaker di ruangan ICCU , terdengar nama suami saya di panggil untuk ke ruangan perawatan saya di ICCU tersebut. Entah apa yang mereka rundingkan saya tidak paham, yang jelas terlihat suami saya pun menganggukan kepalanya tanda setuju, begitu yang saya lihat. Dokter tengah menyiapkan alat kejut listrik untuk memulihkan dan menstabilkan jantung saya yang kian melemah saat itu. Anehnya saya tak merasakan penurunan kelemahan tersebut dari fisik saya. Semua terasa biasa-biasa saja. Suami saya terlihat menetralisir keadaan saya dengan mencoba tersenyum kepada saya dan menenangkan saya sambil memegang tangan saya dan membisikkan bahwa semua baik-baik saja.Beberapa menit berlalu, berkat pertolongan Allah SWT, jantung saya kembali normal dan kembali stabil. Alat kejut listrik pun tak jadi digunakan. Sungguh Allah maha pemurah dan penyayang.

Akhirnya saat itupun tiba. Usia kandungan yang sembilan bulan kurang beberapa hari, terpaksa si bayi harus segera dikeluarkan dari perut saya, untuk mencegah terjadinya sesuatu yang lebih buruk lagi terhadap kondisi ibu dan bayinya. Proses caesar segera dilakukan dan dokter pun menyarankan untuk sterilisasi, Saya dan suami setuju. Akhirnya kelainan jantung itupun hilang dari diri saya, saya sehat seperti sediakala. Rupanya kelainan jantung itu adalah pembawaan dari setiap bayi yang saya kandung.

Sekarang anak-anak saya sudah besar. Mereka telah membuat kenangan bersama saya yang tak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya.


Salam
Ira Mulya
Sumber Gambar : CNN Indonesia


#ODOP
#Day 7
#Estrilook Community





konsultasi oleh dokter-dokter di sana dan
















Jumat, 06 September 2019

Ingin PDKT Kamu Sukses ? Coba 6 Cara Ini Yuk,Guys!


Jomblo lama-lama emang bikin nggak betah. Apalagi jika kamu tipe orang yang selalu pingin dapat perhatian dari seseorang. Punya pacar jadi sebuah keharusan. Tapi gimana jika usaha pendekatan kamu selalu gagal? Kayaknya kamu harus simak tips-tips PDKT di bawah ini agar usahamu membuahkan hasil.
Yuk simak !


1. Siapkan Mental


Tidak semua orang punya mental yang cukup berani untuk melakukan pendekatan, Baik laki-laki apalagi perempuan. Walaupun sah-sah saja perempuan melakukannya terlebih dahulu, tapi rasanya kurang etis ya! Sebagai orang timur, perempuan kita tidak terbiasa untuk menyatakan cinta terhadap seorang laki-laki. Perempuan alangkah baiknya menanti sampai ada yang memperhatikan dan ingin serius menjalin ikatan.
Nah, untuk laki-laki tunjukkan sikap gentlement kamu, berikan perhatian yang tulus, jujur dan apa adanya. Sikap melindungi akan membuat perempuan semakin tertarik. Namun jangan terlalu lebay juga, bisa jadi mereka malah tidak suka. Jadi bangunlah mentalmu agar siap menerima kenyataan apapun yang bakal kamu dapatkan.


2. Fisik

Tidak harus selalu tampan atau cantik, karena setiap orang berbeda. Tampan atau cantik belum tentu menarik karena itu bersifat relatif. Yang penting kamu bisa tampil bersih, rapi dan yang paling penting nih guys, kamu tidak berbau. Tonjolkan sisi kelebihanmu dan cobalah untuk meminimalisir kekuranganmu. Artinya bukan untuk di tutupi, tapi perhatikan dirimu dihadapan cermin, apa yang sekiranya harus dibenahi? penampilan misalnya? Karena kesan pertama akan menentukan langkah selanjutnya.


3. Jaim

Jaim kadang juga dibutuhkan, tapi pastinya agak sedikit bertolak belakang dengan diri kamu yang sebenarnya, karena kamu ingin terlihat sempurna lalu berusaha menutupinya. Cobalah bersikap santai dan perlihatkan sisi kamu yang sesungguhnya sedikit demi sedikit. Toh suatu saat kalau berlanjut pastinya semua akan terbuka. Jaim yang berlebihan akan terkesan dibuat-buat.


4. Berani Hadapi Resiko

Tidak selamanya orang yang kamu taksir dan kamu PDKT-in bakal respeck juga lho sama kamu. So, kamu harus siap dengan apapun jawaban yang akan kamu dengar. Jangan patah semangat apalagi patah hati, kalau ternyata gebetanmu menolak cintamu! Wah, engga perlu banget ya! Ayo bangkit lagi, saatnya evaluasi apa yang menjadi kendala dan kesalahan apa yang sekiranya harus kamu perbaiki. Semoga suatu saat engga perlu mengulang kesalahan yang sama.


5. Tembak Langsung

Zaman sekarang cara mengungkapan perasaan secara langsung sudah menjadi hal yang lumrah. Terutama laki-laki, mereka tak ingin menunggu proses yang lama untuk  mendekati calon pacar atau calon istri. Jika sudah memenuhi kriteria, lebih baik secepatnya agar segera tuntas apa yang sudah dimaksudkan dalam hati. Perkara diterima ataupun ditolak adalah urusan nanti. Resiko yang harus ditanggung. Dengan begitu niat yang bulat tidak akan diam di tempat, karena usia sudah kian merangkak.


6. Biro Jodoh

Ini dia salah satu wadah bagi para jomblo yang tak punya keberanian secara langsung atau sulit mencari sendiri. Tidak ada salahnya bergabung di komunitasnya. Taaruf adalah cara islami yang baik dan halal bagi yang ingin langsung ke tahap serius tanpa proses pacaran.

Nah, Itulah tips-tips untuk mencari pasangan bagi yang sudah terdesak usia. Semoga bisa membantu dan bermanfaat.

Salam
Ira Mulya

#ODOP
#Day6
#Estrilook Community







Usia Tua Bukan Halangan Untuk Tetap Berkarya



Yang pernah lewat di tahun 1967, tentu akan mengenal grup musik asal inggris yang terkenal dengan lagunya "A Whiter Shade of  Pale" Mereka adalah Procol Harum. Kala itu saya belum lahir. Tapi setelah saya mulai mengerti dan beranjak besar, orang tua saya yang setiap harinya memutar musik dalam Piringan Hitam dengan lagu-lagu oldiesnya, membuat saya jadi hafal dengan lagu-lagu apa saja yang sedang diputarnya, termauk lagu "A Whiter Shade of Pale" tadi.

Sekarang saya sudah beranjak tua pula, Tidak pernah lupa dengan grup musik asal inggris yang beranggotakan Keith Reid, Matthew Fisher, Ray Royer, dan David Knights. Musik yang bergenre Pop, Blues, dan klasik ini menuai kesuksesannya dengan singlenya , mereka tur dengan menjadi band pembuka Jimi Hendrix.

Konser mereka yang di Denmark tahun 2006 termasuk salah satu yang paling saya suka. Gaya mereka yang semakin tua semakin matang
Tidak membuat mereka surut untuk berkarir. Konser yang dipadukan dengan orkestra tetap memukau penonton di area kebun yang hijau. Sang vokalis dengan suaranya yang khas tetap tampil dengan prima.


Ira Mulya
Sumber Video : You tube

Kamis, 05 September 2019

Membuat Bekal Sendiri atau Catering? Mana yang Lebih Baik?


Memiliki anak-anak yang sehat dan cerdas adalah dambaan setiap orang tua dimanapun di dunia ini. Namun tidak semua orang tua secara kebetulan mendapatkan apa yang diinginkan dan diharapkan. Semua tergantung keberuntungan dan nasib yang diberikan Allah SWT dan yang pasti tergantung bagaimana cara bunda merawat dan mendidik buah hati dari awal kehamilan sampai melahirkan hingga anak-anak tumbuh menjadi sekarang ini.

Tidak sampai berhenti di situ, peran orang tua amatlah menentukan dalam setiap langkah anak mereka, termasuk dalam hal menyiapkan bekal untuk di bawa ke sekolah. Bagaimanapun sibuknya orang tua, bunda terutama, tetap harus menomorsatukan keperluan semua anak-anaknya. Untuk saya pribadi, lebih memilih mempersiapkan bekal dari rumah, hanya untuk menghemat pengeluaran sedikit, lagipula saya ibu rumah tangga yang selalu ada di rumah, jadi tidak ada alasan untuk memilih catering sekolahan. Menyiapkan bekal dari rumah, selain sudah pasti terjaga kebersihan dan kesehatan makanannya, tentunya bunda akan melakukan langkah terbaik demi buah hati tercinta. Namun bukan berarti catering di sekolah tidak terjamin kebersihan dan kesehatannya loh!
Catering sekolahan pun akan melakukan hal yang sama, bisa jadi akan lebih menjaga kualitas makanannya agar terjamin semuanya, karena tanggung jawabnya akan lain pula. Namun buat bunda yang sibuk bekerja juga di luar rumah, sebaiknya bunda bisa pertimbangkan sebelumnya, apa akan membawakan bekal dari rumah buat anak tercinta, atau akan mengambil jasa catering? Semua tergantung dari niat dan kesiapan bunda-bunda yang memiliki pekerjaan di kantor.

Langkah-langkah yang perlu bunda persiapkan untuk membuat bekal sendiri yang hendak di bawa ke sekolah, sebagai berikut.

* Bangun Lebih Awal dari Biasanya

Bagi bunda yang bekerja di kantoran, bangun awal adalah yang harus di utamakan. Persiapkan semua bahan-bahan yang akan hendak di masak. Jika belum tersedia, berbelanja ke pasar atau ke warung akan sedikit menghemat.

* Pilih Menu Kesukaan Anak-anak

Memilih menu adalah yang sangat penting. Jangan sampai bunda memasak kehendak bunda sendiri tanpa mempedulikan kegemaran anak-anak. Ada baiknya menanyakan kepada buah hati bunda, menu apa yang akan di bawa untuk bekal sekolah esok hari, dengan begitu persiapan bunda sudah matang.

* Usahakan untuk Ganti Menu Setiap Hari

Menu yang itu-itu juga akan membuat anak bunda cepat bosan. Cobalah untuk mencari masukan atau info makanan untuk bekal anak di media-media sosial yang banyak sekali.

* Tempat atau Wadah-wadah Makanan yang Lucu

Anak-anak memang suka yang lucu-lucu loh, bunda. Nggak ada salahnya untuk menempatkan makanan atau bekal yang hendak di bawa dengan wadah-wadah atau tempat yang unik dan lucu. Anak-anak pasti akan sangat senang. Dengan begitu mereka akan bertambah semangat ketika membuka bekalnya di sekolah.

* Kreasikan Bentuk Bekal Anak agar Terlihat Menarik

Untuk mencegah kebosanan pada anak-anak dengan bekalnya, bunda mesti belajar berkreasi sedikit ya bunda, banyak juga boleh, hehehe. Misalnya cetaklah nasi dengan cetakan yang berbentuk lucu-lucu, beri sedikit gambar mata, hidung atau mulut yang mungil-mungil, atau potongan roti yang di potong sesuai gambar yang diinginkan, hiaslah dengan toping makanan ringan lainnya. Anak-anak pasti suka dengan hal itu. Atau selipkan potongan buah segar dalam wadah makanannya agar selera makan siang anak bunda di sekolah semakin meningkat.

Bunda-bunda yang kece, semoga langkah-langkah di atas dapat membantu ya, atau bunda sudah punya langkah-langkah sendiri yang lebih baik lagi, alangkah senangnya anak-anak kita ya bunda.

Anak-anak ketika di sekolah adalah tanggung jawab guru-gurunya. Kadangkala jika waktu jam istirahat sekolah tiba mereka bebas bermain hanya di seputar sekolahan dengan pantauan semua petugas sekolah itu sendiri. Jadi, sebagai orang tua tentunya merasa aman dan tenang. Jam makan siang sudah ditentukan, semua murid-murid membuka bekal masing-masing. Sementara catering  sekolah sudah tersedia pula, dan mereka pun makan siang bersama di sekolah. Satu dua orang murid terlihat tak membawa bekal. Mereka pergi ke kantin yang ada di dalam lingkungan sekolahan dan membeli makanan ataupun minuman. Kantin sekolah pun tak luput dari serbuan semua murid-murid. yang membawa bekal dan catering tadi, hanya untuk membeli snack ataupun pernak-pernik mainan. Dasar anak-anak, dimanapun terlihat sama senang dengan yang terlihat unik dan menarik hatinya


Salam
Ira Mulya
Sumber Gambar: Gaya Tempo.co


#ODOP
#Day 5
#Estrilook Community.




Rabu, 04 September 2019

Usia 40 Tahun Mengawali Hidup yang Sesungguhnya



Usia 40 tahun, kalau kita hitung memang sudah bisa dikatakan matang dalam segi usia. Pengalaman yang sudah terlewati pun lumayan cukup banyak. Tapi, usia 40 justru awal dan babak baru dalam memulai kehidupan yang sesungguhnya.

Ada pepatah mengatakan "Life Began At 40" yaitu usia yang benar-benar serius untuk memulai kehidupan yang lebih baik lagi dan saatnya berpikir bagaimana menata hari tua yang akan ditapaki, berkumpul bersama anak dan cucu yang kelak akan bergantian mengurus dan merawat diri kita di kemudian hari.

Usia 40 bagi saya, sudah terlewati 8 tahun yang lalu, artinya memulai kehidupan yang benar-benar serius sudah jelas terlihat. Dimana rasa kepercayaan diri semakin meningkat. Keinginan untuk terjun bermasyarakat dan bergaul di lingkungan seputar tempat tinggal, yang dulu sama sekali tidak  terpikirkan, sekarang malah tak ingin ketinggalan dari mereka. Pengajian rutin bersama setiap minggunya, bakti sosial, gotong royong membantu perlehatan acara-acara hajatan tetangga dan lain sebagainya. Semua begitu menyenangkan.

Tanpa disadari, entah dari mana awalnya, ada kesadaran yang mulai tumbuh dalam hati. Rasa ingin berbaur dan bergabung dalam banyak hal yang tentunya dalam hal kebaikan adalah keinginan tulus dari hampir semua orang yang mulai menua. Di saat usia sudah melewati ambang batas kehidupan, sebaiknya memang menyibukkan diri ke masyarakat agar kita tidak merasa terkucilkan, walaupun pikiran itu tentu tidak akan pernah terjadi. Bagaimanapun manusia merupakan mahluk sosial yang sejatinya harus hidup berdampingan antara satu dan lainnya.

Nah teman teman semua, ada beberapa langkah bijaksana untuk kita implementasikan saat usia sudah berada di atas kepala empat. Semoga langkah-langkah ini dapat memberikan solusi dan bermanfaat.

* Stop Segala Aktivitas Tak Penting

Sebagai orang yang sudah memasuki usia 40, baiknya berhenti dari segala aktivitas yang tidak penting dan yang sekiranya sudah tidak pantas kita lakukan. Berbuatlah dan kerjakan hal-hal positif yang menyenangkan hati dan menyenangkan hati orang lain.

* Jaga Kesehatan Walau Merasa Baik-baik Saja

Kesehatan adalah hal utama dalam kehidupan. Jagalah dan peliharalah tubuh kita agar semakin usia bertambah kita tidak terlalu sakit-sakitan. Pola hidup sehari-hari harus tetap terjaga dengan baik. Seimbangkan antara bekerja, beristirahat, bersantai dan bepergian, jangan sampai salah satunya menjadi dominan dari yang lainnya. Menjaga pola makan adalah yang lebih utama, karena sumber penyakit berawal dari makanan yang di konsumsi secara tak sehat. Sekali waktu tidak ada salahnya pergi memeriksakan diri ke dokter walau kita merasa sehat dan baik-baik saja.

* Tingkatkan Ibadah

Ibadah adalah cara berinteraksi manusia dengan sang pencipta, yaitu Allah SWT. Melewati hidup tanpa siraman rohani adalah sesuatu yang hambar. Jiwa yang kosong akan mudah dimasuki hal-hal yang buruk. Usia 40 sudah seharusnya lebih meningkatkan diri untuk beribadah dan mengerjakan kebaikan. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Jika menjalani hidup sama seperti yang sudah-sudah, dan tidak ada peningkatan yang berarti, sama saja hidup kita pun hanya jalan di tempat, tak ada kemajuan.

* Kelola Keuangan

Usia 40 belum memasuki usia pensiun. Saatnya mengelola keuangan dengan baik. Buatlah perencanaan untuk masa depan yang akan datang. Biaya kebutuhan sehari-hari yang harus tetap berjalan dengan biaya-biaya lainnya yang pasti akan menuntut kita setiap saatnya, harus kita perhitungkan. Ada peribahasa mengatakan "Lebih Besar Pasak Daripada Tiang" artinya pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan. Nah jangan sampai kita mengalami hal demikian. Hidup memang harus dinikmati, buat apa kita bekerja keras tapi tidak dapat menikmati hasilnya! Iya, tidak ada yang salah dengan ungkapan itu, namun jika semua pendapatan hanya untuk menikmati hidup dengan bersenang-senang, tunggu dulu! apa malah akan menambah kesulitan. Sesuaikan semua rencana dengan pendapatan, baru buatlah agenda untuk memudahkan dan memilih mana yang seharusnya lebih penting untuk didahulukan.

* Berkumpul dan Bersilaturahim

Sering-seringlah bersilaturahim, begitu agama Islam mengajarkan untuk umatnya agar senantiasa berbuat baik dan menyambung tali silaturahim. Manusia adalah mahluk sosial yang dimanapun dan kapanpun akan membutuhkan manusia lainnya. Saling membantu dan saling menolong dan bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Hal satu ini harus semakin ditingkatkan di usia 40 ini.

Nah, teman-teman itulah bahasan seputar memasuki atau melewati usia 40 tahun dari saya, semoga bermanfaat. Maafkan bilamana banyak kekurangan di sana sini dalam tulisan ini. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.


Salam
Ira Mulya
Gambar, Edit Canva


#ODOP
#Day 4
#Estrilook Community
























Selasa, 03 September 2019

Siapkan Fisik dan Mental Saat Membawa Balita Dalam Perjalanan Jauh.



Traveling adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, terlebih berangkat dengan keluarga yang sangat kita cintai. Kegiatan ini biasanya akan dilakukan di waktu senggang atau masa libur sekolah anak-anak, atau setelah mulai jenuh dan penat dengan segala rutinitas dan pekerjaan kantor yang membosankan. Setelah mulai terasa ada gejala-gejala yang membuat sumpek di tempat kerja, akhirnya muncul rencana untuk berlibur bersama keluarga. Namun, traveling dengan membawa anak-anak balita tentunya lumayan repot juga loh!

Ini adalah pengalaman saya beberapa tahun yang lalu, saat anak-anak saya, yang sulung berusia dua setengah tahun dan sang adik berusia tiga bulan. Sebetulnya perjalanan ini bukanlah untuk berlibur, tetapi lebih tepatnya perjalanan mudik lebaran ke kampung halaman suami di Sulawesi Selatan. Waktu itu tahun 2000 an. Kami menumpang kapal laut dari pelabuhan Benoa Bali, dengan beberapa kali transit. Dari pelabuhan Benoa Bali, transit pertama di pelabuhan Lembar Lombok. Transit kedua di pelabuhan Bima, dan yang terakhir di Labuhan Bajo Nusa Tenggara Timur. Setelah itu langsung menuju pelabuhan di Makassar. Perjalanan dengan menumpang kapal laut memang sarana yang paling diminati kala itu. Selain ongkosnya murah, menikmati perjalanan dengan kapal laut amatlah menyenangkan. Serasa sedang menumpang kapal pesiar, hehehe anggaplah begitu.

Kapal penumpang Tilong Kabila waktu itu, lumayan penuh sesak. Libur lebaran pikir saya. Atas segala upaya suami yang cekatan, akhirnya kami bisa mendapatkan tempat dengan posisi dekat pintu keluar dan di samping jendela kapal. Tiket kami memang bukan tiket kelas bisnis atau eksekutif. Kami membeli tiket kelas ekonomi, maklum suami masih calon Pegawai Negeri Sipil dan belum ada pengangkatan, dengan gaji yang masih 60 persen dari gaji yang sangat minim sekali. Impian naik pesawat adalah hal yang sangat mewah untuk golongan kami waktu itu dan sudah pasti uangnya tidak mencukupi.

Penumpang di Dek, begitu orang menyebutnya, yaitu terdiri dari beberapa barak untuk setiap bloknya. Dalam satu barak diisi oleh delapan orang, itu yang seharusnya. Tapi saat itu kapasitas barak lebih dari sepuluh orang. Setiap satu orang penumpang dewasa mendapat satu matras ukuran kurang lebih 60 centi. Sedangkan anak-anak balita diikut-sertakan dengan orang tuanya, padahal anak-anak pun membayar tiket masuk. Kami hanya mendapat tiga matras sesuai tiket, karena anak yang kecil masih dalam gendongan saya. Karena kurangnya pengalaman, dan merupakan perjalanan pertama kalinya pulang kampung dengan membawa serta anak-anak balita, tentunya kurang persiapan yang maksimal dan terus terang semua itu amatlah merepotkan dan sudah pasti melelahkan.

Kapal bertolak dari pelabuhan Benoa Bali pukul lima sore hari. Ombak mulai terasa besar saat memasuki pulau lombok. Anak saya yang sulung masih bermain-main di atas matrasnya dengan penumpang di sebelahnya, barak diisi oleh sepuluh orang belum yang hanya ikut-ikut duduk karena tak kebagian tempat. Rasa pusing dan mual mulai saya rasakan, lama lama kian hebat, untungnya si kecil selalu dalam pelukan saya dan sedang saya susui. Tapi lama-lama saya tak berdaya dengan kondisi seperti itu.
Akhirnya mual tak tertahankan, saya pun muntah-muntah. Pusing sudah tak bisa saya kuasai. Saya  mabuk laut cukup hebat. Pikiran tak karuan, ingin rasanya kembali dan tak meneruskan perjalanan, tapi mustahil. Terbayang dua hari kedepan baru akan sampai di pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Duh betapa tersiksanya dengan keadaan waktu itu. Anak-anak saya terpaksa di asuh oleh penumpang lain di barak yang sama. Dalam keadaan seperti itu semua sudah tak terpikirkan dengan jernih, yang ada hanya tiduran dan tak bisa mengangkat kepala karena rasa pusing yang hebat tadi serta muntah-muntah yang membuat badan terasa lemah tak berdaya. Padahal saya sudah minum obat-obat yang diberikan klinik dokter yang ada di kapal, tapi tak membantu, saya pun kembali tak bangun-bangun alias berbaring di atas matras dalam Dek kapal yang penuh sesak. Selama hampir dua hari perjalanan suami saya mau tidak mau yang mengurus anak-anak, dibantu oleh penumpang lain.
Dari mulai menyuapi makan yang sulung dan memberikan susu tambahan buat yang kecil, sampai memandikannya dan mengajaknya bermain semua membantu saya dengan sangat tulus dan terlihat sangat perhatian terhadap keluarga kecil saya.

Beberapa menit lagi kapal akan berlabuh di pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Saya pun mulai  terlihat sehat dan memaksakan diri untuk siap-siap turun dari kapal sambil menggendong anak saya yang kecil. Sebelum turun tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk semua penumpang yang telah membantu saya selama mabuk laut. Sungguh semua itu adalah hal tak terduga. Jika keadaan akan begini mungkin sebelumnya saya akan mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan jauh dengan membawa anak-anak balita yang benar-benar harus dalam pengasuhan yang optimal. Atau mungkin jika akan tahu seperti ini mungkin perjalanan akan saya tangguhkan dulu. Tapi manusia hanyalah mahluk yang bisa berencana, Allah SWT yang menentukan.
Nah teman, inilah pengalaman berharga yang tak akan saya lupakan yaitu, malakukan perjalanan dengan membawa balita haruslah dengan persiapan yang matang. Semoga dapat menginspirasi dari sekelumit kisah saya ini.

Salam
Ira Mulya

#ODOP
#Day 3
#Estrilook Community













Senin, 02 September 2019

Pentingnya Membagi Waktu Dalam Meningkatkan Aktivitas Sehari-hari



Waktu adalah esensi. Setiap menitnya berharga. Jangan biarkan lewat tanpa makna. Nah, untuk dapat mengatur waktu dengan mudah baiknya kita jadwalkan semua kegiatan kita yang padat dengan cara meng-agendakannya. Membuat perencanaan adalah hal yang terpenting untuk memberikan kemudahan dalam menata seluruh waktu yang kamu miliki. Sebagai seorang pemula dalam kegiatan tulis menulis, tentunya harus pandai-pandai membagi waktu agar semuanya seimbang antara tugas dan kewajiban sebagai seorang ibu dan istri, juga antara kegiatan di luar kewajiban, seperti menyalurkan hobi yang akhir-akhir ini kembali digeluti.

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang mengerjakan segala sesuatunya sendiri, alias tanpa asisten rumah tangga dengan banyak aktivitas lainnya, bukan hal mudah untuk membagi waktu agar semuanya terselesaikan dengan tuntas. Harus pandai-pandai mengatur jadwal antara kapan waktu bekerja, istirahat, beribadah, bersantai, dan menyenangkan diri sendiri. Karena hidup sejatinya harus menjaga keseimbangan maka jangan sampai keteteran dan terbengkalai antara satu dan yang lainnya. Satu tugas wajib dalam rumah belum selesai, tugas lainnya tampak menanti untuk dieksekusi, dan itu sudah pasti membuat kita seperti dikejar-kejar oleh waktu itu sendiri.

Di sini saya akan berbagi langkah-langkah untuk dapat mengatur waktu dengan baik dan bijaksana tanpa merasa terburu-buru dan terbebani, agar semuanya teratasi dengan mudah. Yuk simak.


* Kerjakan Tugas Wajib Terlebih Dahulu.

Tugas ibu rumah tangga adalah tugas yang paling banyak menyita waktu yang harus kita kerjakan. Mengurus kebutuhan suami dan anak-anak tentunya hal yang harus kita dahulukan dibandingkan dengan urusan lainnya.
Menyiapkan semua keperluan dari mulai makanan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari adalah yang paling utama dan sudah pasti akan sama dari waktu ke waktunya tinggal kita benahi sedikit demi sedikit agar lebih efisien lagi waktunya. Jangan biarkan waktu berharga menjadi sia-sia karena terbuang percuma. Kerjakan yang harus dikerjakan secepatnya. Rasa malas biasanya akan menghambat segala aktivitas. Sebisa mungkin singkirkan rasa malasmu dan berpikirlah bahwa semua harus selesai tepat waktu dengan rapi. Tugas seorang istri yang kebetulan tidak bekerja di kantor, tentunya akan lebih banyak yang dikerjakan di dalam rumah daripada di luar rumah.
Setiap harinya akan dihadapkan dengan tumpukan cucian, gunungan seterikaan, cucian piring kotor  dan bebenah seluruh ruangan agar tampak bersih dan rapi. Belum lagi mengantar jemput anak saat pergi sekolah dan pulangnya. Semua harus selalu tepat waktu. Sementara kita masih ingin menyalurkan hobi lama dan hobi baru yang banyak memerlukan waktu untuk berpikir dan berimajinasi. Sungguh semua itu tidak begitu saja dapat dilakukan dengan mudah jika kita tidak bisa membuat perencanaan terlebih dahulu.

* Kerjakan Tanpa Menunda

Waktu terasa sangat sempit tatkala pekerjaan rumah yang begitu banyak terlihat di sana sini. Eit, jangan stres dulu, dengan begitu kita akan semakin enggan untuk memulainya. Tarik nafas dalam-dalam pikirkan bahwa semua itu adalah hal mudah yang harus segera dikerjakan tanpa menunda. Jangan terlalu banyak diam dan bercerita sana-sini yang tak penting. Hindari gadget untuk mempercepat pekerjaan rumah. Jauhkan sementara dari jangkauan kita agar hasrat ingin memainkan gadget tertahan dulu sampai pekerjaan rumah benar-benar beres.

* Fokus Dulu Pada Satu Pekerjaan

Jika pekerjaan rumah yang sedang kamu kerjakan belum terselesaikan dengan baik dan rapi, cobalah untuk tidak pindah mengerjakan yang lainnya kecuali sangat diperlukan. Konsisten dengan satu persatu pekerjaan itu lebih baik dan selesaikanlah dengan tuntas. Kecuali jika pekerjaan itu bisa disambi dengan pekerjaan lainnya. Mengerjakan tugas dalam waktu yang bersamaan memang cepat ya, tapi malah akan membuat kamu ngos-ngosan dan akhirnya pekerjaan menjadi berantakan karena tenaga sudah tak bisa lagi diajak berdamai.

* Kerjakan Aktivitas Hobi Yang Kamu Geluti

Setelah selesai dengan tugas-tugas wajib dalam keseharianmu, saatnya kamu lakukan keinginanmu untuk menyenangkan diri sendiri, yaitu salurkan hobimu yang sekiranya masih ingin kamu kerjakan. Membaca misalnya? atau menulis? atau berolah-raga? atau pergi ke bioskop, ke toko buku tentu akan merasa sangat bahagia menikmati setiap hidup yang dijalani dengan keseimbangan yang berarti. Bahagia adalah rasa yang memang tidak bisa dicerna dan diukur dengan kata-kata, yang jelas kamu akan merasa nyaman bila menjalani hidup sesuai dengan manajemen waktu.

* Ibadah

Kewajiban beribadah adalah hal terpenting dalam kehidupan manusia dengan Sang Pencipta yang tak boleh tertinggal walau dalam keadaan apapun. Kamu harus mendahulukan kepentingan rohanimu agar kelak tidak menjadi orang yang merugi.
Ibadah wajib harus selalu dikerjakan terlebih dahulu tanpa boleh menundanya apalagi sampai meninggalkannya. Pastikan ibadah harus menjadi bagian dari managemen waktu yang paling utama.

* Refreshing

Kegiatan ini adalah salah satu yang perlu kita agendakan juga. Walau tidak selalu harus untuk kita lakukan. Waktunya pun tidak akan setiap saat untuk diwujudkan. Adakalanya setiap bulan sekali atau enam bulan sekali bahkan setahun sekali, Tergantung kondisi waktu dan kondisi lainnya. Rutinitas yang padat kadangkala membuat kita jenuh, karena dari waktu ke waktu hanya itu-itu juga yang selalu dikerjakan. Adakalanya kita perlu membuat pikiran fresh dengan cara meluangkan waktu untuk melakukan perjalanan atau berwisata sejenak untuk memulihkan ketegangan setelah sekian hari berkutat dengan aktivitas dan rutinitas yang padat.

Nah teman, itulah langkah-langkah untuk memanej waktu kamu agar bisa diatasi dengan lancar dan tuntas tanpa hambatan. Semoga bermanfaat.


Salam
Ira Mulya
Sumber Gambar I'm RutDaLanD



#ODOP
#Day 2
#Estrilook Community

Minggu, 01 September 2019

Me-Time Sederhanaku

teras.id


Bismillah..

Bagi sebagian orang, rumah sakit adalah tempat yang sebisa mungkin harus dihindari. Tentu golongan ini termasuk orang-orang yang sehat dan terjaga seluruh kondidi fisiknya. Tapi tidak demikian bagi sebagian yang lain. Rumah sakit seolah tempat yang wajib dikunjunginya setiap saat. Untuk datang ke sana tentu tujuannya berbeda-beda. Karena suatu keadaan fisik yang sedang tidak sehat dan memerlukan perawatan yang serius. Atau hanya ingin memeriksa kesehatan walaupun merasa diri baik-baik saja. Keperluan lainnya misalnya, menengok kerabat atau keluarga yang sedang dirawat. Tentu bukanlah suatu keinginan jika harus bolak-balik dirawat di sana dan menjadi pasien tetap yang setiap saatnya memerlukan perawatan. Siapa orangnya yang menginginkan sakit. Namun kita tidak akan pernah tahu rencana Allah SWT. Saat ini mungkin kita sedang baik-baik saja sehat jasmani dan rohani, tapi besok belum tahu apa yang akan terjadi pada diri kita. Bisa jadi kita sendiri yang akan jadi pasien rawat inap karena sesuatu tak terduga menimpa diri kita. Semoga selalu dijauhkan dari hal-hal yang tak diinginkan.

Orang-orang yang nyalinya kecil mungkin akan menghadapi ketakutan saat berada di Instalasi Rawat Darurat. Dimana tempat itulah tujuan pertama saat sedang mengalami keadaan yang sangat genting. Setiap jamnya bahkan setiap menitnya orang-orang digiring masuk ke dalam ruangan yang terkadang penuh terisi pasien-pasien yang memerlukan bantuan secepatnya. Pasien yang datang tanpa kenal usia, dari berbagai perbedaan, dengan berbagai kondisi yang memprihatinkan. Kepanikan, rintihan kesakitan, darah dan teriakan yang tak tertahankan akan terlihat dan terdengar di setiap sudutnya. Membuat orang-orang yang hanya mengantar saja bergidik menyaksikan semua itu. Para dokter dan paramedis yang sedang berjaga, sibuk kesana-kemari melakukan pertolongan pertama untuk setiap pasien yang datang. Mereka sudah terbiasa lagi dengan kondisi seperti itu. Karena ilmu yang didapat sekian tahun telah banyak mengajarkan, bukan hanya urusan pendidikan tapi mengajarkan mental, bagaimana seharusnya menghadapi situasi yang benar-benar darurat.

Mau tidak mau, me time ku kali ini harus berada di rumah sakit. Tanpa di duga malam sebelumnya suami mendapat serangan asam lambung yang cukup serius. Pada jam satu dini hari kami berangkat menuju Instalasi Rawat Darurat. Keadaan waktu itu, ruangan Instalasi cukup penuh oleh pasien-pasien yang memerlukan tindakan cepat. Tak ada bad yang kosong, semua sudah terisi. Terpaksa kami menempati ruangan isolasi. Tenaga medis di sana cukup antusias menangani setiap pasiennya. Dokter jaga dan perawat bekerja sangat cepat. Wajah-wajah tegang terlihat dari orang-orang yang mengantar. Salah satu sudut ruangan terlihat beberapa orang menangisi seorang bocah yang meninggal di sana setelah beberapa menit datang di ruangan tersebut. Sungguh sangat memprihatinkan kondisi pasien-pasien yang terbaring di setiap bad-bad itu. Mereka berharap kesembuhan itu sudah pasti. Tak sedikit terlihat sudah sedikit menurun kesadarannya.

Setelah suami mendapat perawatan emergency dan observasi, sambil menunggu hasil dari beberapa pemeriksaan laboratorium, akhirnya dokter memberitahukan untuk rawat inap. Sudah terbayang beberapa pekerjaan yang akan terbengkalai di rumah. Apalagi besok hari ada sedikit rencana sendiri untuk pergi ke bioskop yang selalu tertunda. Ada film box office yang release dua minggu lalu yang ingin saya tonton dan setelahnya saya akan mampir di toko buku untuk melihat-lihat buku-buku baru yang baru realese juga. Semua itu buyar sudah. Rencana yang sudah tersusun dan akan saya wujudkan hari itu, terpaksa batal. Kesehatan dan kesembuhan suami melebihi apapun juga dari sekadar keinginan pribadi yang hanya untuk kepentingan diri belaka.

Dua hari berada di sisi suami dalam pembaringan di sebuah rumah sakit adalah hal yang sangat berharga. Kupandangi wajah suami yang tengah istirahat dalam masa sakitnya, tentu membuat hati ini terenyuh. Apa yang telah terjadi tentunya sangat menyadarkan diri sendiri untuk melupakan keinginan yang tak seberapa penting. Apa artinya semua kesenangan batin yang ingin di capai jika orang yang kita cintai terbaring tak berdaya dalam kesakitan. Menyenangkan diri sendiri sekalipun tak akan pernah terjadi, tidak ada masalah. Dalam kesibukan mengurus rumah tangga pun adalah hal yang membuatku senang. Itulah cara me-time sederhanaku yang tentunya membuat seluruh keluargaku senang dan bahagia, karena semua urusan pekerjaan rumah sudah terawat dan terjaga dengan cukup baik.

Satu hal terpenting bagiku adalah, saat kita sedang berada di rumah sakit, kita akan merasakan bahwa bukanlah kita sendiri yang merasakan penderitaan di dunia ini. Banyak orang lain pun yang tengah merasakan hal yang sama dan berharap pada harapan yang sama yaitu kesembuhan dan keajaiban Tuhan. Orang-orang yang sedang sakit akan merasakan bahwa tidak ada perbedaan di antara satu dan yang lainnya. Mereka merasa senasib dan sepenanggungan saat terbaring tak berdaya dalam keadaan sakit.



Salam
Ira Mulya



ODOP Day 1.
Estrilook Comunnity


Film-film yang Tunda Tayang di Tahun 2020

          Tahun 2020 adalah tahun yang sangat kelam. Dimana, wabah virus Corona tengah melanda seluruh belahan bumi. Meruntuhkan segala ben...