Minggu, 29 Maret 2020

Rencana Allah SWT Pasti Yang Terbaik

Kampanye Pergi ke Tanah Suci untuk Anak Muda | Marketeers ...
Marketeers
Banyaknya rencana-rencana manusia yang telah disusun sedemikian matang, tanpa diduga harus di tunda. Sehubungan dengan semakin meluasnya virus Covid-19 yang melanda belahan dunia. Namun manusia tentu jangan lelah berdoa, berjuang, tetap menjaga diri dan berada di rumah agar terhindar dari virus corona. Semoga ada keajaiban yang akan mengeluarkan kita dari bencana ini. Karena hanya Allah SWT yang mendatangkan segala bentuk musibah agar manusia selalu mawas diri dan meningkatkan nilai-nilai ketaqwaan.

Seperti halnya orang-orang yang telah memiliki niat untuk pergi ber-umroh, dan siap diberangkatkan sesuai jadwalnya, tiba-tiba harus di cancel. Siapa menyangka ternyata pemerintahan Saudi Arabia menutup sementara untuk para jemaah-nya yang akan beribadah di sana. Khususnya di Mekah dan Madinah lantaran si Covid 19 ini yang dari hari ke harinya semakin jumawa. Bukan cuma itu, bahkan ada beberapa orang jemaah umroh asal Indonesia yang sudah terlanjur disana sebelum wabah itu meluas, kini masih tertahan di Saudi karena terjebak lockdown dan tak bisa pulang.

Apa boleh di kata! Rencana Allah SWT lebih mengagetkan. Rencana besar dan bernilai pahala pun dengan niat yang pasti ikhlas karena Allah, akhirnya harus tertunda juga. Semua adalah keputusan pemerintahan Saudi Arabia yang tak bisa diganggu gugat sampai batas waktu yang belum dipastikan. Jika sudah demikian tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi kenapa sebabnya. Tidak ada daya dan upaya dari diri manusia selain berserah diri sepenuhnya dan sabar sampai menanti saatnya tiba. Insya allah segala sesuatu atas izin-NYA pasti nyata.

Semoga dengan adanya wabah ini kita bisa lebih yakin lagi dengan takdir dariNYA. Rencana-rencana baik dan indah ke depannya pasti akan Allah wujudkan. Dambaan bagi setiap umat muslim yang ingin segera menginjakkan kaki di tanah suci sebagai tamu Allah pasti akan terlaksana. Tidak ada yang mustahil bagi Allah jika Dia berkehendak apapun bisa terjadi. Terkadang ada yang tidak direncanakan malah biasanya akan terwujud.

Apalagi rencana-rencana yang hanya sekedar jalan-jalan bersama keluarga dan teman-teman misalnya, atau rencana mudik ke kampung halaman, sekalipun segala persiapan yang sudah tersusun dengan rinci dan bahkan biaya sudah dipersiapkan dan lain sebagainya, semua itu bisa saja dengan sangat mudahnya Allah gagalkan. Walaupun secara langsung, bila dilihat secara kasat mata manusia,  bahwa karena virus-lah yang menyebabkannya berbagai perjalanan tertunda, akses kemanapun ditutup, sekolah-sekolah diliburkan, perusahaan-perusahaan jasa pariwisata sementara karyawannya dirumahkan, toko-toko dan pasar-pasar grosir penjual pakaian ditutup dan lain sebagainya. Namun di balik semua itu sesungguhnya adalah rencana Allah SWT. Kita tinggal mengambil hikmahnya.

Mari sejenak kita renungkan. Rencana baik manusia belum tentu baik menurut Allah SWT. Jadi sudah sejatinya manusia hanya menerima dengan ikhlas semua yang telah digariskan. Kembalikan semua hanya kepadaNYA. Hasbunallah wa nikmal wakil nikmal maula wanikman nasir. Cukuplah allah sebagai tempat diri kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.


#Day30
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya








Sabtu, 28 Maret 2020

Kenangan Tak Terlupakan Ketika Anak Sakit

Saat Anak Sakit, Kapan Perlu Dibawa ke Dokter? (2)
Mother and Baby Indonesia
Memiliki anak saat demam dan panas tinggi tentu sudah pernah dialami oleh setiap ibu mana pun. Pengalaman itu juga pernah beberapa kali saya alami saat anak-anak masih balita. Reaksinya tentu pertama-tama panik dan tak tahu harus bagaimana menghadapi situasi itu. Lantaran anak sudah keburu rewel dan menangis terus menerus. Kala itu saya benar-benar bingung dan kaget karena belum mengerti dengan baik cara menghadapinya. Apalagi suami dinas diluar kota dan hanya pulang seminggu sekali. Jadi semua serba sendirian.

Karena demam anak saya tak kunjung mereda akhirnya saya bawa ke dokter spesialis anak terbaik di kota tempat saya tinggal. Berkat cerita sana-sini dan dari mulut ke mulut, singkat cerita dokter itu saya kunjungi dan harus daftar terlebih dahulu karena pasien disana selalu penuh. Zaman waktu itu tahun 1999 belum ada alat komunikasi seperti telepon selular, dan hanya bisa mendaftar dengan cara datang terlebih dahulu dan diberikan nomor antrian.

Tempat praktek itu memang benar-benar penuh oleh pasien anak-anak. Sampai-sampai saya tidak kebagian tempat duduk dan terpaksa berdiri sambil menggendong anak saya yang menangis terus. Anak-anak lain pun terlihat sama. Rewel dan entah apa maunya anak-anak yang terkadang serba salah. Wajah-wajah bingung dan sedih dari raut orang tuanya tampak jelas menggambarkan bahwa situasi itu benar-benar sama dengan apa yang saya alami dan rasakan. Senasib dan sepenanggungan.

Dari sudut halaman tempat praktek itu banyak penjual mainan anak-anak dan pedagang asongan. Mereka mencari rejeki dengan tujuan lainnya adalah membuat anak-anak yang sedang sakit merasa terhibur dan senang. Karena anak-anak yang rewel jadi reda setelah dibelikan mainan.

Setelah tiba giliran nama anak saya dipanggil, saya pun masuk ke ruang pemeriksaan. Dibantu seorang perawat anak saya yang sedang panas tinggi itu pun ditimbang terlebih dahulu berat badannya. Lalu dibaringkan di tempat tidur khusus pemeriksaan. Bajunya dibuka dan dokter pun meletakkan termometer di ketiaknya. Tidak banyak kata yang diucapkan oleh dokter tersebut. Beliau hanya fokus dan diam sambil terus memeriksa dengan stetoskop di bagian perut, dada dan punggungnya. Seolah tidak memberikan kesempatan saya bicara sedikitpun, namun dari relung batin  saya, saya mengerti bahwa itu tidaklah penting karena dokter itu sudah jauh memahami dari apa yang saya tahu. Akhirnya selesai sudah tanpa ada percakapan. Saya pun duduk di depan meja kerjanya sambil menunggu resep yang sedang ditulisnya. Saya pun memberikan uang pemeriksaan yang sudah saya persiapkan sambil berkata terima kasih banyak. Dokter itu pun hanya mengatakan "Berikan obatnya sesuai petunjuk." Singkat dan padat.

Tanpa diduga setelah saya tiba di rumah, tiba-tiba anak saya suhu panasnya menurun padahal obat belum diberikan. Dia pun tidur dengan pulas dan tidak rewel. Setelah bangun saya suapin dengan bubur olahan sendiri dan anak saya pun makan dengan lahap padahal selama dua hari itu tak mau makan sedikitpun dan hanya minum ASI.

Alhamdulillah.....ternyata anak saya kembali ceria seperti semula. Obat atas anjuran dokter pun hanya diminum sekali saja. Karena pada dasarnya obat-obatan itu sesungguhnya tidak baik juga untuk pertumbuhan anak.

Ternyata benar juga apa yang dibicarakan orang-orang yang telah mengenal dokter itu dan cara mengobati pasiennya. Walaupun tak banyak kata yang diucapkan namun sentuhan tangannya sangat meng-sugesti pasiennya terutama anak-anak. Dimana anak-anak yang sakit dan telah diperiksa hanya mendapat sekali sentuhan saja, anak yang sakit itu akan sembuh seketika.

Dokter itu pun mendapat gelar Profesor setelah banyak penelitiannya yang berhasil. Kini dokter kenangan itu sudah tiada dan digantikan oleh anaknya yang juga dokter spesialis anak.
Terima kasih dokter... dalam diam-mu kau adalah penyelamat bagi banyak anak-anak yang kini masih bernafas dan tumbuh ceria menjadi besar.

#Day 29
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya




Jumat, 27 Maret 2020

Review Drama Korea Sky Castle

Poster film sky castle. FOTO/Imdb


Pernah nonton drama Korea Sky Castle? Drama Korea yang pernah tayang di stasiun televisi swasta Trans TV beberapa waktu yang lalu? Drama Korea ini memang patut dijadikan contoh buat semua keluarga-keluarga yang lainnya. Khususnya bagi para orang tua agar tidak terlalu memaksakan keinginannya demi sebuah gengsi. Lantas terobsesi dengan pendidikan anak-anaknya sehingga pada akhirnya semua berjalan menjadi tidak normal dan tentu saja tragis.

Cerita ini menampilkan tentang sisi kehidupan keluarga di lingkungan elite. Persaingan, percintaan, cemburu, dan pembunuhan melengkapi jalan cerita ini. Drama yang memiliki rating tertinggi di Korea Selatan ini mampu mengalahkan drama serial Goblin pada tahun 2016 lalu.
Drama keluarga ini memang sangat unik dan ada unsur komedi dalam segmen-segmen tertentu. Bercerita tentang kehidupan 4 keluarga kaya raya di perumahan elite yang bernama Sky Castle.

Keluarga itu yaitu pasangan Han Seo Jin (Yum Jung Ah) yang menikah dengan Kang Joon Sang (Jung Joon Ho) seorang dokter ahli bedah ortopedi, memiliki dua anak perempuan. Salah satunya adalah Yeh Suh anak sulung mereka. Gadis yang sudah terlihat ambisi itu tentu sangat diandalkan oleh kedua orang tuanya yang sama ambisinya dan harus terus belajar serta mendapatkan nilai yang sempurna, agar nantinya dapat masuk ke perguruan tinggi negeri terbaik di kota Seoul. Sehingga Yeh Suh memiliki guru les pribadi yaitu teacher Jo yang ternyata kejam dan memiliki kehidupan kelam dalam rumah tangganya. Han Seo Jin sang ibu menjadi wanita yang terlihat sempurna dan elegan padahal memiliki rahasia kelam di masa lalunya.

Kisah lainnya adalah keluarga yang baru pindah dan menempati rumah keluarga Lee Myung Joo yang bunuh diri di rumah tersebut karena ulah anaknya. Keluarga baru itu yaitu seorang penulis Lee So Im (Lee Tae Ran) yang terlihat berbeda dari tiga yang lainnya. Lee So Im yang tidak memaksakan pendidikan terhadap anaknya dan mulai tertarik dengan kisah yang dialami keluarga yang ia tempati rumahnya itu dan berencana akan membuat novel yang ceritanya adalah keluarga Lee Myung Joo. Lee So Im seorang istri yang pengertian dan bijaksana dan menikah dengan Hwang Chi (Choi Won-Young) dokter spesialis bedah syaraf yang berpindah dinas di rumah sakit yang sama dengan suami Han Seo Jin dan Jin Jin Hee.

Keluarga lainnya adalah No Seung Hye (Yoon Se Ah) yang menikah dengan seorang profesor hukum yaitu Jaksa Cha Min Hyuk (Kim Byung Chul) memiliki seorang anak perempuan yang kuliah di luar negeri tapi ternyata tidak terbukti karena sang anak sebetulnya tidak diterima di sekolah tersebut serta dua anak lelaki kembar yang sangat dipaksakan untuk belajar dengan keras dan harus pintar. Cha Min Hyuk yang selalu bicara tentang kebahagiaan dan tentang keadilan namun sesungguhnya ia adalah seseorang yang sangat egois. Karena keegoisannya keluarga itu nyaris hancur berantakan. No Seung Hye sang istri sempat meminta cerai dari suami egoisnya itu dan anak-anaknya pun pergi meninggalkannya.

Karakter lainnya adalah Jin Jin Hee (Oh Na Ra) yang sedikit nyinyir dan berkiblat pada Han Seo Jin. Hal apapun yang Han Seo Jin lakukan pada anak-anaknya, Jin Jin Hee mencoba menerapkan pada dirinya dan keluarganya. Suami Jin Jin Hee yang seorang dokter ahli bedah ortopedi Woo Yang Woo
(Jo Jae Yun) merupakan teman kerja di rumah sakit yang sama bersama suami Han Seo Jin. Ia memilik seorang anak lelaki yang memiliki otak pas-pasan dan sedikitnya membuat malu keluarga itu karena anaknya tersebut tidak mampu seperti anak-anak tetangganya yang di Sky Castle tersebut.

Peran Teacher Jo dan Hae Na menjadi pelengkap drama ini. Teacher Jo yang sangat kejam dalam membimbing Yeh Suh setiap memberikan pelajaran tambahan membuat kita turut terbawa emosi dan gemas dengan perannya. Karena mau tak mau Yeh Suh terseret juga dengan karakter Teacher Jo.

Sedangkan Hae Na seorang gadis manis teman sekelas Yeh Suh yang memiliki otak cemerlang tentu menjadi rival Yeh Suh dalam segala hal. Hae Na yang ibunya sedang mengalami sakit dan tengah dirawat sampai akhirnya meninggal. Tanpa diduga Hae Na adalah anak dari dokter Kang Joon Sang, ayahnya Yeh Suh. Karena dulu saat ibu Hae Na mengandung dirinya, Kang Joon Sang ternyata sudah dijodohkan dengan Han Seo Jin dan pergi meninggalkannya tanpa tahu bahwa ibu Hae Na sedang mengandung. Akhirnya semua terbongkar dan tragis. Hae Na pun meninggal karena didorong Teacher Jo dari atas balkon rumah kekasihnya yang tak lain anak dari Lee So Im sang penulis yang baik itu.

Nah keluarga-keluarga itu dengan sangat ambisius dan bersaing tentu melakukan berbagai cara demi anak-anak mereka meraih nilai-nilai tinggi yang sempurna dan membuat mereka merasa bangga tak peduli anak mereka kelelahan belajar tiada henti dengan penuh tekanan. Semoga dapat dijadikan contoh ambil yang baiknya dan buang yang buruknya.


#Day28
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya










Kamis, 26 Maret 2020

Jika Tuhan Berkehendak, Percayalah Bantuan Itu Pasti Datang

Hasil gambar untuk gambar acara bedah rumah global tv
mojok

Saya suka sekali nonton beberapa acara di salah satu televisi swasta di Indonesia ini, yang mengangkat tema rakyat kecil. Biasanya saya sudah ada di depan tivi bersama anak saya yang kebetulan juga menyukainya. Acaranya tak lain berupa sebuah bantuan-bantuan untuk masyarakat yang kurang mampu. Seperti uang kaget, bedah rumah, atau berbagi rejeki. Sangat menyentuh dan mengapresiasi.

Entah kenapa saya selalu trenyuh dan kadang ikut bersedih dengan kehidupan mereka-mereka yang begitu memprihatinkan. Mungkin agak lebay sedikit ya, tapi memang begitulah. Dengan begitu kita dapat melihat bahwa kehidupan di dunia ini tentulah sangat banyak perbedaan. Rejeki dan nasib seseorang mutlak adalah ketentuan dari sang pencipta. Kita hanya diberikan kemampuan sesuai batas yang telah digariskan. Selebihnya adalah urusan Allah SWT. Singkat cerita Saya bisa bercermin bahwa hidup itu tidak selalu di atas.

Bagaimanapun kita banting tulang mencari nafkah untuk menghidupi beberapa orang yang kita cintai dan bukan tak ingin membahagiakan orang-orang tersebut, namun apa boleh buat?
Terkadang keadaan tak bisa merubah apapun kecuali hanya Allah yang akan memberikan semuanya secara tak terduga. Seperti halnya yang terjadi kepada satu keluarga yang tengah mendapat rejeki tak tak disangka-sangka melalui satu acara program tivi yaitu bedah rumah.

Mungkin bagaikan mimpi di siang bolong, tetiba datang dua orang yang membawakan acara tersebut mendatangi rumahnya. Melewati berbagai segmen-segmen dan panduan dari tim kreatif, sampai akhirnya rumah lamanya diruntuhkan dan sekeluarga itu diboyong sementara ke hotel untuk menginap sampai rumah yang dibedahnya selesai.

Sungguh senang rasanya melihat betapa bahagianya mereka sekeluarga tatkala dapat merasakan menginap di hotel yang sebelumnya tak terbayangkan oleh mereka. Jangankan untuk menginapnya melihatnya pun merupakan hal yang tak pernah mereka rasakan. Dijamu makan dengan sangat spesial dengan menu-menu yang belum pernah mereka nikmati. Diberikan hadiah-hadiah tambahan buat mereka sekeluarga. Tentu mereka bahagia dan terharu.

Terlontar sebuah ucapan dari bapak yang sedang mendapatkan rejeki tersebut, bahwa ia sekeluarga hanya makan nasi yang dimasak dari beras yang berceceran di gudang penyimpanan beras. Dengan sayuran kangkung yang memetik sendiri di pinggiran sawah milik orang lain. Lauknya hanya ikan asin kering yang di goreng dengan minyak jelantah yang sudah beberapa kali di pakai. Tak bisa saya bayangkan betapa penuh kesabarannya bapak itu dalam menghadapi kenyataan hidupnya. Penghasilannya hanya menjual botol-botol bekas minuman yang tidak seberapa, bahkan jauh dari minim sekali.

Namun Allah SWT tak akan pernah diam. Dia maha pemurah dan penyayang untuk orang-orang sabar yang sudah berusaha dan bertaqwa. Maka jangan lelah berikhtiar dan berdoa karena pertolongan itu akan datang secepat yang tak terkira.

Saya tak ingin membandingkan, ini hanya contoh kecil dan harus direnungi sejenak. Sementara di luaran sana, masih banyak orang-orang yang hidupnya berpoya-poya, uang dengan sangat mudahnya dibuang-buang hanya untuk kepuasan batin yang sesungguhnya tiada berguna. Namun sungguh banyak yang tak tergerak hatinya untuk melihat sekelilingnya. Iya benar, memang itu hak mereka dan uang-uang mereka, namun apakah ada sedikit saja rasa iba dan empati dalam batinnya? Walaupun tidak semua demikian ya. Semoga Allah membukakan hatinya. Yuk kembali ke bapak yang sedang mendapat rejeki tadi.

Bapak yang mendapat rejeki itu akhirnya tiba beserta keluarganya di  area rumah barunya. Pemandu acara siap-siap menghitung mundur di bantu warga setempat dan tirai pun terbuka. Masya allah....semua terharu menyaksikannya termasuk saya di rumah. Akhirnya rumah itu sudah layak untuk dihuni lagi. Perabotannya baru semua, tidak ada lagi barang-barang lama milik keluarga itu. Semua terganti bahkan bapak itu mendapat tambahan satu ekor kambing untuk dipelihara. Terima kasih ya Allah. Turut senang.

Terima kasih Global TV tetap jaya dan sukses terus. Pertahankan program-program bantuan untuk rakyat kecil yang membutuhkan.


#Day 27
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya










Rabu, 25 Maret 2020

Mengenal 4 Perbedaan Temperamen

Hasil gambar untuk Gambar orang yang temperamen keras
Dailymoslem

Dalam setiap hubungan, baik pasangan suami istri, jalinan persahabatan atau jalinan pertemanan, tentu sebelumnya tidak akan pernah mengetahui secara keseluruhan bagaimana sifat dan karakter yang dibawa masing-masing individu dalam biduk pernikahannya atau dalam lingkungan pergaulannya. Hal ini akan membuat setiap pasangan atau persahabatan merasa kaget karena karakter yang sesungguhnya akan nampak jelas setelah keduanya ada dalam satu rumah atau ada dalam tali persahabatan yang telah lama terbina. Semisal, bagi pasangan yang telah melalui proses pacaran yang cukup lama, atau bersahabat dengan beberapa orang teman terbilang cukup lama pula, sedikitnya akan saling mengetahui seluk beluk sifat serta temperamen masing-masing. Karena waktu yang lama itulah telah menyeretnya dalam sebuah proses. Sehingga akhirnya dapat saling mengerti dan memahami.

Perlu kedewasaan diantara kedua belah pihak dalam menyikapinya. Agar tidak menjadi konflik yang berkepanjangan. Perbedaan temperamen yang sangat jauh akan membuat salah satu yang lain merasa tak nyaman karena percekcokan akan timbul setiap saat. Untuk mencari jalan keluar ketika permasalahan kian mengerucut, ada baiknya kita kenali terlebih dahulu 4 macam temperamen berikut ini.



1. Intim

Orang-orang yang termasuk tipe ini umumnya mereka pandai bercerita dengan caranya yang menarik. Cerita sepele bisa di kemas menjadi cerita bak sinetron lengkap dengan bumbu-bumbunya. Sehingga orang yang mendengarnya menjadi terpesona. Memiliki pribadi-pribadi yang periang, ramah, friendly, hangat, spontan dan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang ada di dekatnya. Orang yang intim senantiasa selalu bergembira, sekalipun dia sedang bersedih namun tak akan menampakkan muka sedihnya di hadapan setiap orang. Selalu percaya diri dan tak pernah ragu saat ada dalam satu situasi. Satu hal lagi, orang intim akan selalu mencari perhatian. Namun dia akan mengakui dengan cepat bila melakukan kesalahan. Walau sedikit agak ceroboh dan kurang peduli dengan pendapat orang lain, Namun ia tetap optimis.


2. Dominan

Orang dominan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kuat, fokus dan tegas dalam segala hal mampu menjadikan seorang pemimpin yang tangguh dan kuat. Karena cenderung dominan, tak jarang ide-ide yang dimilikinya harus cepat tersampaikan dan akan berusaha dengan sekuat tenaga agar gagasannya diterima. Bahkan jika yakin dengan ide nya tak peduli orang suka atau tidak. Beradu argumen adalah kepiawaiannya, jangan harap kamu bakal unggul dengannya.
Bisa dikatakan orang dominan tentu amatlah ambisius, ego yang kuat, suka bersaing, berani mengambil resiko dan tentu tak mau dikalahkan. Ketakutan terbesarnya adalah kehilangan kekuasaan. Kurang pekanya terhadap perasaan seseorang sehingga ia akan sangat tak peduli terhadap sekelilingnya. Akhirnya banyak orang yang mundur dan menjauhinya.

3. Cermat

"Kalau mengupas buah itu harus begini, jangan begitu! Bukan apa-apa biar kelihatannya bagus aja dan cantik!" Begitulah orang-orang cermat akan berpendapat. Padahal buah kalau dikupas tetap saja hasilnya sama, toh pada akhirnya akan dimakan juga, simpel kan?
Namun tidak menurut si Cermat. Penuh pertimbangan dan selalu hati-hati adalah moto hidupnya. Ia akan mengerjakan sesuatu sesuai aturan. Mengerjakan sungguh-sungguh dengan sebenar-benarnya. Umumnya mereka tidak terlalu suka dengan hasil kerjaan orang lain yang asal-asalan. Tipe ini memiliki sifat perfeksionis, sensitif, perencana, butuh petunjuk yang detail dan rinci. Suka mengkritik dan susah memuji orang lain adalah karakternya. Namun hal terbesarnya adalah ia bisa diandalkan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dengan hasil yang memuaskan.

4. Stabil

"Aduh! hal segitu aja dibesar-besarkan! Apa ga bisa dibawa rileks, gitu?"
"Buat apa di pikirin?  Bikin tambah kerjaan aja!"
Nah, itulah orang-orang stabil yang memang pada dasarnya selalu memandang segala sesuatu dengan ringan, santai dan tak mau ribet. Mereka memiliki sifat tenang, penyabar, patuh, dan bisa mengontrol diri dengan cukup baik. Walau terkadang selalu menarik diri dari pergaulan, tapi bukan berarti tidak bisa bergaul. Ia lebih mementingkan rasa aman dan damai dalam dirinya daripada harus mendengar sesuatu yang akan membuatnya merasa tak nyaman. Sebetulnya ia pandai menempatkan diri, siapapun yang ada didekatnya akan selalu merasa tentram. Kepribadiannya yang penuh damai, manis dan tentu tidak suka dengan konflik dan tantangan. Kekurangannya adalah tidak antusias, lambat dan butuh waktu lama untuk sesuatu yang baru, Namun jangan salah mereka adalah orang-orang yang menyenangkan, cerdas dan enak diajak bicara.

Nah teman, alangkah baiknya kita selalu mengenal setiap kepribadian pasangan, teman, dan sahabat kita masing-masing. Tentu dengan demikian masalah yang ada di depan kita bisa kita carikan jalan keluarnya dengan baik. Setidaknya kita pelajari setiap karakternya dengan cara meng-kategorikan-nya dimana letak temperamen pasangan atau teman kita yang cocok dengan pemaparan di atas.
Semoga bermanfaat.

#Day26
#Odop
#Estrilook Community

Ira Mulya









Selasa, 24 Maret 2020

Jelang Hari Raya Nyepi Langkah Tepat Untuk Karantina Diri

Hasil gambar untuk gambar hari raya nyepi di bali
namalonews.com


Tahun 2020 ini adalah tahun ke dua puluh delapan saya melewati hari raya nyepi di pulau seribu pura ini. Namun baru kali ini nyepi bertepatan dengan pandemi virus corona. Kenapa disebut pandemi? karena epidemi ini melebihi skala batas internasional dan menyebar di seluruh dunia secara tak terduga. Orang-orang umumnya tidak memiliki kekebalan tubuh akan penyakit itu. Meluas dan menular dengan begitu cepat.

Karena pandemi corona ini kian meluas, dan cukup mengerikan menurut saya, namun ada pula sebagian orang banyak yang mengabaikannya. Entah merasa berani atau apalah itu, yang pasti mereka masih terlihat berkeliaran dengan maksud atau tanpa maksud dan tujuan. Kebetulan..... melewati hari raya nyepi ini merupakan saat yang tepat untuk mengunci diri dari keramaian.

Melihat dari sisi tradisi dan keagamaan masyarakat hindu di Bali, yang biasanya menjelang nyepi selalu banyak ritual yang harus dilakukan, seperti upacara melasti, hari pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh. Baru kali ini ditiadakan. Pawai ogoh-ogoh yang selalu dinantikan masyarakat Bali sebagai tradisi yang dilakukan sebelum melaksanakan Tapa Brata Penyepian keesokan harinya, merupakan tradisi keagamaan yang sudah sekian abad dilakukan.

Pawai yang mengundang banyak orang untuk berkumpul dan menyaksikannya, tentu menjadi salah satu daya tarik para wisatawan asing. Namun tidak menutup kemungkinan jika tradisi itu terlaksana, bisa jadi virus itu kian meluas. Untungnya pemerintah daerah sudah memberlakukan peraturan dari pemerintah pusat agar tidak diadakannya berbagai kegiatan apapun demi menjaga virus itu kian mewabah.

Langkah tepat. Walaupun hanya dua puluh empat jam, sungguh adalah hal yang penuh arti! Disaat orang-orang yang ingin menampakkan dirinya untuk bepergian yang tak penting dan berkeliaran hanya untuk mondar-mandir yang tak jelas, inilah saatnya untuk diam di rumah mengurung dan mengkarantina sendiri.

Dan malam ini, sebelum nyepi tiba esok hari, yang biasanya selalu ramai dengan orang-orang yang hampir semua tumpah ruah ke jalanan, hanya untuk menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh yang semarak, diiringi gamelan  khas Bali "Bale Ganjur" yang selalu dengan kompaknya dimainkan para penabuhnya, obor-obor yang diusung oleh pemuda-pemudi yang menawan. Namun kali ini, semua tak terlihat dan berlalu dalam kesunyian.

Pintu-pintu rumah sudah mulai tertutup sejak lepas maghrib. Jalanan sudah sepi dan lampu-lampu sudah dipadamkan. Terlihat mobil-mobil polisi yang berpatroli untuk mengontrol ke setiap jalan, ke setiap gang, dan masuk ke area perumahan serta memberikan pemberitahuan melalui speaker, menghimbau untuk tetap berada di rumah dan menjaga diri dan kesehatan. Pasti! Detik-detik nyepi akan datang.

Sepi sesepi-sepinya. Suara anak tikus pun terdengar jelas. Perumahan tempat saya tinggal bagai daerah yang terisolir. Tak seorangpun terlihat menampakkan kepalanya hanya untuk sekedar menengok jalanan. Hanya melihat di balik tirai jendela kamar. Gelap sudah mulai terasa namun belum begitu pekat karena ada cahaya bintang kecil di kejauhan. Saya pun ada dihadapan laptop menyempatkan menulis sebelum jam dua belas malam nanti, target harus sudah tuntas, karena esok hari Internet tak akan terjangkau lagi. Memang begitulah keadaannya. Semua akses sudah ditutup dan sejenak tidak ada kegiatan yang harus dilakukan diluar rumah. Tepat! Begitu lebih baik.

#Day25
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya








Motivasi Nge-Blog


Menjadi seorang blogger sebelumnya memang tak pernah terlintas di pikiran saya. Apa dan bagaimana dunia blog itu? Jujur saya baru mengetahui dua tahun belakangan ini. Kebetulan ada seorang teman yang belum lama saya kenal memiliki hobi menulis. Eh, cerita-cerita ternyata kita nyambung karena punya hobi yang sama, watak tidak jauh beda, visi dan misi hampir serupa. Pokoknya persahabatan itu dimulailah dari sana.

Awalnya ia menawarkan saya untuk membuat blog dan saya ikuti saja sarannya. Namun kendalanya adalah saya tidak menguasai teknologi komputer sama sekali. Maklum usia saya tidak memadai lagi untuk belajar dari awal alias sudah telat dan otak mulai lemot hehe. Akhirnya teman baik ini mengajari saya belajar nge-blog dari awal sampai akhir, maksudnya dari pertama buka laptop, sampai terhubung ke internet, buatkan email dan lain sebagainya.

Waktu awal-awal ada sosial media, kira-kira dua belas tahun yang lalu, saya baru mengenal facebook. Itupun anak-anak saya yang membuatkan dan mengajarinya. Karena saya punya hobi baca dan mengarang, zaman dulu orang menyebutnya mengarang. Facebook lah sasaran saya untuk menuliskan sesuatu yang ada dalam pikiran saya. Tentu tidak semua uneg-uneg dalam hati selalu dituangkan disana. Kata-kata motivasi atau kalimat-kalimat-kalimat bijak justru akan menambah nilai tersendiri untuk diri pribadi. Karena bagi saya kata-kata akan mencerminkan siapa dan bagaimana pribadi seseorang.

Sekarang setelah mengetahui dan menikmati dunia blog ini, sungguh adalah hal baru yang pasti membuat saya senang. Memiliki banyak teman, menambah ilmu tambahan dari yang tidak bisa apa-apa menjadi bisa, setidaknya walau hanya sekedar menulis dan mempublikasikannya. Alhamdulillah yang berkunjung di blog saya juga selalu ada. Sesungguhnya jujur tidak ada motivasi lain selain  hanya melampiaskan segala sesuatu yang ada di dalam alam pikiran saya dan pasti membuat saya sangat senang. Terlepas suka atau tidaknya orang dengan tulisan-tulisan saya, saya tetap akan terus ngeblog samapai semampu saya untuk berkarya. Karena setiap orang punya cara dan karakter yang berbeda-beda dalam segi penulisan atau penuturan kata-kata, hal itulah yang harus selalu kita hargai.

Tahun 2020 ini tentu saya ingin memiliki blog yang lebih cantik dan berkualitas dari sebelumnya. Namun harapan itu belum saya wujudkan karena beberapa kendala yang tadi saya sebutkan di atas. Untuk sementara tak apalah saat ini, biarkan dengan halaman -halaman yang monoton dan belum pernah di ganti. Semoga ke depannya lebih baik lagi. Yang penting semangat masih terus berkobar, pantang menyerah, dan jangan bosan dengan tantangan-tantangan menulis lainnya. Ayo!!! lawan malas dan berjuanglah!

#Day24
#Odop
#Estrilook Community

Ira Mulya



Senin, 23 Maret 2020

Pentingnya Menjaga Komunikasi Dalam Setiap Hubungan

Young couple arguing in a cafe. Relationship problems.



Komunikasi dalam suatu hubungan adalah hal penting yang harus selalu dilakukan. Baik dengan pasangan hidup, dengan orang tua, dengan anak atau bisa jadi dengan teman kerja, atau dengan atasan. Tidak lain, karena terjalinnya komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang harmonis, jauh dari konflik, saling memahami dan tentu saja bahagia akan didapat.

Banyaknya pasangan suami istri yang cekcok dalam perkawinannya lantaran kurangnya komunikasi. Orang tua yang kurang memberikan perhatian atau minimnya waktu untuk sekedar mengobrol dengan anaknya karena kesibukkan yang tak kunjung selesai. Anak yang selalu sibuk diluar rumah sehingga pertemuan dengan orang tua tidak intens lagi dan lain sebagainya.

Misalnya dalam suatu rumah tangga, antara suami dan istri yang memiliki sikap yang keras dengan Ego yang selalu dipelihara dalam diri masing-masing pasangan, tentu akan membuat permasalahan tak pernah usai bisa jadi kian meruncing. Bila ada masalah, satu sama lain saling gengsi kalau harus terlebih dulu membuka suara walau hanya sekedar meminta maaf. Merasa diri paling benar sehingga tak ada titik temu dari kedua belah pihak. Dijamin komunikasi akan sulit terjalin jika demikian.

Sebetulnya, terlalu membesar-besarkan hal sepele pun akan menambah kerunyaman pikiran. Terjebak dalam perdebatan tentang persoalan-persoalan  yang tidak bermanfaat yang kadang tak diketahui ujung pangkalnya. Perang mulut yang tak terhindarkan. dengan umpatan kata-kata kasar yang sungguh, sangat tak enak didengar. Sebab hal itu lah akan membuat dadamu terasa sempit dan akal pun menjadi keruh.

Jangan terlalu berupaya memaksakan satu pendapat kepada orang lain dalam masalah-masalah yang sesungguhnya bisa dilihat dari berbagai segi. Lontarkanlah ide dan pandanganmu itu dengan santun, tenang dan tidak terlalu menggebu-gebu. Jangan sampai hati menjadi panas dan otak pun tak bisa mencerna hal-hal baik. Akhirnya kebablasan.

Hindari sikap membantah dan mengkritik apalagi menghardik. Kenapa? Pasalnya hal itulah yang akan membuat ketenangan hatimu menjadi hilang. Komunikasi menjadi tak lancar. Parahnya, citra dalam dirimu akan terkesan buruk. Ucapkanlah kalimat-kalimat baik, walaupun singkat namun penuh makna. Dengan begitu orang yang kita ajak komunikasi akan menerima dengan hati yang nyaman.

Introspeksi diri tentu harus selalu dikedepankan sebelum semuanya dibicarakan. Terkadang ada seseorang yang tak terima jika dikritik. Namun tak mampu untuk mengoreksi dirinya sendiri sementara begitu lihainya menilai dan memandang orang lain.

Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptakan kita sempurna dalam segala-galanya dan selalu terjaga dari dosa. Setiap kita pasti menanggung dosa dan memiliki segala kekurangan. Maka berbahagialah bagi mereka yang senantiasa menjaga komunikasi dan bersilaturahim dengan penuh damai serta memperbaiki diri sendiri dan tidak mempergunjingkan aib dan kesalahan orang lain.
Semoga Bermanfaat.


#Day 23
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya






Kamis, 19 Maret 2020

Tingkatkan Ibadah, Lindungi Diri dan Keluarga





images
bincangsyariah,com


Beberapa bulan yang lalu, kita tak akan pernah membayangkan bahwa kejadian ini akan kita hadapi. Peristiwa yang sungguh menurut saya pribadi, telah mengguncang dunia. Bayangkan! sebuah virus corona menjadi sangat mengerikan, dengan begitu sangat cepatnya tersebar dalam hitungan perharinya saja sudah terlihat signifikan. Korban pun berjatuhan dan negara-negara sudah terlebih dahulu melakukan Lockdown. Sosial Distancing sudah pasti kita terapkan untuk diri sendiri dan keluarga.

Di negara kita, Indonesia yang kita cintai ini, semula tak mengira bahwa virus itu akan merebak. Namun, sekalipun segelintir warga negaranya yang berada di Wuhan China sudah dipulangkan dari negeri asal muasal virus itu berawal dan dikarantina selama empat belas hari di kepulauan Natuna yang sempat menjadi pro-kontra dan hingga akhirnya yang di karantina dinyatakan bebas dari virus corona itu, ternyata tak bisa dipungkiri virus corona itu pun mewabah juga.

Bagaimana caranya setiap orang menghadapi situasi saat seperti ini? Kembali ke setiap individu masing-masing bukan? Dimana-mana masih ada yang berkeliaran tanpa rasa takut dan santai menghadapinya. Seoalah-olah apa pun yang terjadi memang benar atas kuasa Ilahi dan bisa jadi ujian untuk penduduk bumi ini yang sudah mulai tak terkendali. Berserah diri tanpa ada upaya ikhtiar untuk menjaga diri dari terjangkitnya wabah ini, sebetulnya tidak harus begitu juga ya. Kalau begitu terlalu pasrah namanya. Mending jika kita tidak punya keluarga dan sanak family, hidup hanya sendiri. Tapi jika kita hidup dengan anak-anak yang kita sayangi dan harus menjaga dan melindungi mereka dengan sekuat kemampuan setiap saatnya, bukan tidak mungkin anak-anak kita atau keluarga kita juga ada dalam bahaya.

Hasil gambar untuk gambar melindungi diri dari virus
twitter.com

Menjaga dan melindungi diri agar terhindar dari virus corona ini adalah hal yang terpenting untuk masa-masa ini. Bila perlu jagalah anak-anak kita untuk tetap berada di rumah. Sekolah-sekolah pun sudah memberikan aturannya, dan sebagian Instansi ada yang memberlakukan untuk bekerja di rumah tanpa harus keluar untuk ngantor. Bahkan ibadah-ibadah wajib pun yang selama beberapa abad lamanya kita laksanakan di dalam masjid, sekarang bisa ada aturan baru untuk sementara waktu tidak untuk melaksanakannya karena wabah yang kian mengganas.

Semua datang dan perginya segala sesuatu adalah keputusan Allah SWT. Bilamana allah berkehendak manusia tidak kuasa untuk merubah atau menolaknya. Tetap menjaga diri dari tersebarnya virus ini adalah penting. Ibadah tetap kita laksanakan dan tingkatkan dengan segenap hati dan jiwa, dengan istiqomah dan tumaninah. Justru saat inilah kita harus lebih-lebih memohon ampunan dariNYA. Memohon agar secepatnya berlalu tanpa harus banyak menelan korban.

Akhir kata, tetap semangat untuk para dokter dan tenaga medis dimanapun kalian bertugas. Melindungi diri dari wabah itu adalah hal terberat. Namun ada permohonan dan sebuah harapan dari orang-orang yang terpapar virus itu yang sudah pasti menggantungkan semua yang tengah dihadapinya hanya kepada keikhlasan kalian saat merawatnya. Semoga senantiasa dibalas oleh Allah SWT Aamiin.


#Day20
#Odop
#Estrilook Community


IRA MULYA






Rabu, 18 Maret 2020

Dampak Buruk Gadget Bagi Perkembangan Anak

Parenting Dream

Duh.. zaman sekarang ini ya, dari mulai anak-anak, remaja, dan orang tua tak lepas dari dunia Internet. Itulah bukti dari peradaban manusia yang kian melaju pesat. Tidak ada yang patut disalahkan sebetulnya, karena perkembangan dunia teknologi terutama jagat maya dan sosial media mau tak mau akan menggiring manusia untuk menikmati suguhannya. Tentu saja karena banyak hal menarik dan memudahkan untuk menggali dan mendapatkan informasi dengan cepat. Dengan jutaan konten yang tersebar dan sudah pasti membuat kita terlena untuk menyimaknya.

Namun, tunggu dulu! Sebelumnya kita harus mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya. Terutama untuk anak-anak usia perkembangan. Alangkah baiknya orang tua sedini mungkin tidak memperkenalkan dulu dunia gadget terhadap anak balitanya. Biarkan mereka tumbuh dengan semestinya secara alami. Bermain dan berinteraksi dengan teman dan lingkungannya adalah hal yang akan menyenangkan dan membuatnya ceria. Orang tua menjadi sangat berperan terhadap situasi seperti itu dan pandai-pandailah mengarahkan ke hal-hal positif lainnya agar gadget tidak membuatnya tertarik setidaknya untuk sementara waktu, menunggu hingga tiba pada saatnya untuk mengenalnya.

Dampak Buruk

* Anak akan malas melakukan aktivitas rutinnya.

* Berkurangnya komunikasi antara anak dan orang tua.
 
* .Mengganggu pola pikir dan perilaku.

*  Sulit bergaul.

* Tidak memiliki kreativitas.

* Makan, tidur, belajar menjadi terganggu.

Peran Orang Tua Jika Sang Anak Sudah Mengenal Sosial Media

* Pantaulah saat anak melakukan kegiatan atau sedang bermain gadget.

* Tanyakan konten apa yang sedang dilihatnya.

* Beri batas waktu agar si anak tidak terus terlena dengan gadgetnya.

* Perlu tahu dengan siapa ia berteman di sosial media.

* Ajaklah anak agar terbuka dan bebas mengutarakan isi hatinya tanpa harus curhat terhadap
   teman sosial medianya.

* Jangan memberikan izin jika anak akan bertemu dengan teman dunia maya nya sebelum
   mengetahui dengan siapa orangnya.

* Ingatkan saat waktu-waktu tertentu yang wajib dilakukan anak. Seperti waktu ibadah, belajar,
   makan, mandi, tidur dan lainnya.

Yuk, sebagai orang tua jangan sampai kita lengah dengan kondisi anak-anak era milenial ini. Dampingi kegiatannya saat sedang bersosial media agar semua tetap terjaga dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Berikan contoh yang baik karena anak akan mudah meniru apapun dari orang tuanya.


#Day19
#Odop
#Estrilook Community

Ira Mulya



Selasa, 17 Maret 2020

Asyiknya Memasak Sendiri di Rumah


pixabay

Tugas kita sebagai seorang istri, selain mengabdi kepada suami dan mengurus rumah tangga serta mengasuh anak-anak, tentu salah satunya harus pandai-pandai juga mengatur segala rupa pengeluaran. Saat suami mencari nafkah untuk keluarga dengan sekuat tenaga, tak jarang pikirannya-pun turut serta terlibat didalamnya.

Lelahnya suami sudah sepatutnya kita hargai. Salah satu untuk membantu meringankan beban berat di pundaknya. Hendaknya penghasilan yang diberikan kepada kita untuk keperluan rumah tangga, sebaiknya kita kelola dengan bijaksana. Salah satu nya adalah dengan memasak sendiri di rumah sebagai bentuk penghematan. Maaf...apalagi kalau gaji suami hanya cukup untuk kebutuhan primer saja.

Memasak di rumah sudah pasti bisa terjamin kebersihannya. Karena kita sendiri yang langsung terjun ke dapur untuk mengeksekusinya! Dari mulai belanja ke pasar dan memilih bahan apa saja yang harus dibeli dan diperlukan sesuai kebutuhan. Jangan sampai membeli bahan-bahan yang sesungguhnya tidak dibutuhkan, hanya akan menambah pengeluaran semakin banyak.

Tujuan memasak sendiri di rumah bagi saya tentu untuk menghemat uang. Bayangkan kalau dengan membeli makanan jadi atau makan diluar? Biaya yang keluar akan dua kali lipat lebih banyak. Walaupun nilai praktisnya ada, karena kita tak perlu cape-cape memasak dan makanan bisa lebih banyak pilihan, belum lagi kita bisa memesan makanannya lewat jasa delivery, waah.... praktis kan!
Kalau untuk sekali-kali mungkin saja tidak masalah tapi untuk setiap saat, bisa bangkrut! hehe. Kalau begitu akhirnya kasihan dengan sang suami yang sudah lelah bekerja, ya nggak bu-ibu?

Bagi saya masak sendiri di rumah itu mengasyikkan. Kita bisa sambil meengerjakan tugas rumah yang lain seperti mencuci baju (pake mesin cuci pastinya) bisa juga sambil menonton tivi, sekali-kali bisa buka handphone. Menu tinggal kita pilih sesuai yang digemari keluarga. Biasanya yang ringan-ringan saja tapi sehat. Yang penting lauk pauk sejenisnya dan sayur, boleh tambahkan buah untuk penutup. Untungnya pak suami tidak terlalu rewel dalam hal memilih makanan. Anak-anak memang terkadang agak memilih. Yang satu mau ini, yang lain mau itu, kadang saya mencari solusinya dengan membuatkan menu sesuai keinginan anak-anak saja.

Untuk makan malam yang masih bisa dihangatkan seperti lauk pauk, tidak menjadi masalah. Saya goreng kembali atau saya panggang dalam penghangat. Untuk sayuran yang awet dan berkuah, semasih dalam kondisi baik untuk dimakan, saya hangatkan juga.

Nah gimana dengan teman-teman semua? apa memasak di rumah itu menyenangkan? Semoga semua yang kita jalani sebagai kodratnya akan membawa manfaat untuk kebaikan keluarga dan menuai pahala, Aamiin.....


#Day 18
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya


Film-film yang Tunda Tayang di Tahun 2020

          Tahun 2020 adalah tahun yang sangat kelam. Dimana, wabah virus Corona tengah melanda seluruh belahan bumi. Meruntuhkan segala ben...