Selasa, 24 Maret 2020

Jelang Hari Raya Nyepi Langkah Tepat Untuk Karantina Diri

Hasil gambar untuk gambar hari raya nyepi di bali
namalonews.com


Tahun 2020 ini adalah tahun ke dua puluh delapan saya melewati hari raya nyepi di pulau seribu pura ini. Namun baru kali ini nyepi bertepatan dengan pandemi virus corona. Kenapa disebut pandemi? karena epidemi ini melebihi skala batas internasional dan menyebar di seluruh dunia secara tak terduga. Orang-orang umumnya tidak memiliki kekebalan tubuh akan penyakit itu. Meluas dan menular dengan begitu cepat.

Karena pandemi corona ini kian meluas, dan cukup mengerikan menurut saya, namun ada pula sebagian orang banyak yang mengabaikannya. Entah merasa berani atau apalah itu, yang pasti mereka masih terlihat berkeliaran dengan maksud atau tanpa maksud dan tujuan. Kebetulan..... melewati hari raya nyepi ini merupakan saat yang tepat untuk mengunci diri dari keramaian.

Melihat dari sisi tradisi dan keagamaan masyarakat hindu di Bali, yang biasanya menjelang nyepi selalu banyak ritual yang harus dilakukan, seperti upacara melasti, hari pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh. Baru kali ini ditiadakan. Pawai ogoh-ogoh yang selalu dinantikan masyarakat Bali sebagai tradisi yang dilakukan sebelum melaksanakan Tapa Brata Penyepian keesokan harinya, merupakan tradisi keagamaan yang sudah sekian abad dilakukan.

Pawai yang mengundang banyak orang untuk berkumpul dan menyaksikannya, tentu menjadi salah satu daya tarik para wisatawan asing. Namun tidak menutup kemungkinan jika tradisi itu terlaksana, bisa jadi virus itu kian meluas. Untungnya pemerintah daerah sudah memberlakukan peraturan dari pemerintah pusat agar tidak diadakannya berbagai kegiatan apapun demi menjaga virus itu kian mewabah.

Langkah tepat. Walaupun hanya dua puluh empat jam, sungguh adalah hal yang penuh arti! Disaat orang-orang yang ingin menampakkan dirinya untuk bepergian yang tak penting dan berkeliaran hanya untuk mondar-mandir yang tak jelas, inilah saatnya untuk diam di rumah mengurung dan mengkarantina sendiri.

Dan malam ini, sebelum nyepi tiba esok hari, yang biasanya selalu ramai dengan orang-orang yang hampir semua tumpah ruah ke jalanan, hanya untuk menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh yang semarak, diiringi gamelan  khas Bali "Bale Ganjur" yang selalu dengan kompaknya dimainkan para penabuhnya, obor-obor yang diusung oleh pemuda-pemudi yang menawan. Namun kali ini, semua tak terlihat dan berlalu dalam kesunyian.

Pintu-pintu rumah sudah mulai tertutup sejak lepas maghrib. Jalanan sudah sepi dan lampu-lampu sudah dipadamkan. Terlihat mobil-mobil polisi yang berpatroli untuk mengontrol ke setiap jalan, ke setiap gang, dan masuk ke area perumahan serta memberikan pemberitahuan melalui speaker, menghimbau untuk tetap berada di rumah dan menjaga diri dan kesehatan. Pasti! Detik-detik nyepi akan datang.

Sepi sesepi-sepinya. Suara anak tikus pun terdengar jelas. Perumahan tempat saya tinggal bagai daerah yang terisolir. Tak seorangpun terlihat menampakkan kepalanya hanya untuk sekedar menengok jalanan. Hanya melihat di balik tirai jendela kamar. Gelap sudah mulai terasa namun belum begitu pekat karena ada cahaya bintang kecil di kejauhan. Saya pun ada dihadapan laptop menyempatkan menulis sebelum jam dua belas malam nanti, target harus sudah tuntas, karena esok hari Internet tak akan terjangkau lagi. Memang begitulah keadaannya. Semua akses sudah ditutup dan sejenak tidak ada kegiatan yang harus dilakukan diluar rumah. Tepat! Begitu lebih baik.

#Day25
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya








Motivasi Nge-Blog


Menjadi seorang blogger sebelumnya memang tak pernah terlintas di pikiran saya. Apa dan bagaimana dunia blog itu? Jujur saya baru mengetahui dua tahun belakangan ini. Kebetulan ada seorang teman yang belum lama saya kenal memiliki hobi menulis. Eh, cerita-cerita ternyata kita nyambung karena punya hobi yang sama, watak tidak jauh beda, visi dan misi hampir serupa. Pokoknya persahabatan itu dimulailah dari sana.

Awalnya ia menawarkan saya untuk membuat blog dan saya ikuti saja sarannya. Namun kendalanya adalah saya tidak menguasai teknologi komputer sama sekali. Maklum usia saya tidak memadai lagi untuk belajar dari awal alias sudah telat dan otak mulai lemot hehe. Akhirnya teman baik ini mengajari saya belajar nge-blog dari awal sampai akhir, maksudnya dari pertama buka laptop, sampai terhubung ke internet, buatkan email dan lain sebagainya.

Waktu awal-awal ada sosial media, kira-kira dua belas tahun yang lalu, saya baru mengenal facebook. Itupun anak-anak saya yang membuatkan dan mengajarinya. Karena saya punya hobi baca dan mengarang, zaman dulu orang menyebutnya mengarang. Facebook lah sasaran saya untuk menuliskan sesuatu yang ada dalam pikiran saya. Tentu tidak semua uneg-uneg dalam hati selalu dituangkan disana. Kata-kata motivasi atau kalimat-kalimat-kalimat bijak justru akan menambah nilai tersendiri untuk diri pribadi. Karena bagi saya kata-kata akan mencerminkan siapa dan bagaimana pribadi seseorang.

Sekarang setelah mengetahui dan menikmati dunia blog ini, sungguh adalah hal baru yang pasti membuat saya senang. Memiliki banyak teman, menambah ilmu tambahan dari yang tidak bisa apa-apa menjadi bisa, setidaknya walau hanya sekedar menulis dan mempublikasikannya. Alhamdulillah yang berkunjung di blog saya juga selalu ada. Sesungguhnya jujur tidak ada motivasi lain selain  hanya melampiaskan segala sesuatu yang ada di dalam alam pikiran saya dan pasti membuat saya sangat senang. Terlepas suka atau tidaknya orang dengan tulisan-tulisan saya, saya tetap akan terus ngeblog samapai semampu saya untuk berkarya. Karena setiap orang punya cara dan karakter yang berbeda-beda dalam segi penulisan atau penuturan kata-kata, hal itulah yang harus selalu kita hargai.

Tahun 2020 ini tentu saya ingin memiliki blog yang lebih cantik dan berkualitas dari sebelumnya. Namun harapan itu belum saya wujudkan karena beberapa kendala yang tadi saya sebutkan di atas. Untuk sementara tak apalah saat ini, biarkan dengan halaman -halaman yang monoton dan belum pernah di ganti. Semoga ke depannya lebih baik lagi. Yang penting semangat masih terus berkobar, pantang menyerah, dan jangan bosan dengan tantangan-tantangan menulis lainnya. Ayo!!! lawan malas dan berjuanglah!

#Day24
#Odop
#Estrilook Community

Ira Mulya



Senin, 23 Maret 2020

Pentingnya Menjaga Komunikasi Dalam Setiap Hubungan

Young couple arguing in a cafe. Relationship problems.



Komunikasi dalam suatu hubungan adalah hal penting yang harus selalu dilakukan. Baik dengan pasangan hidup, dengan orang tua, dengan anak atau bisa jadi dengan teman kerja, atau dengan atasan. Tidak lain, karena terjalinnya komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang harmonis, jauh dari konflik, saling memahami dan tentu saja bahagia akan didapat.

Banyaknya pasangan suami istri yang cekcok dalam perkawinannya lantaran kurangnya komunikasi. Orang tua yang kurang memberikan perhatian atau minimnya waktu untuk sekedar mengobrol dengan anaknya karena kesibukkan yang tak kunjung selesai. Anak yang selalu sibuk diluar rumah sehingga pertemuan dengan orang tua tidak intens lagi dan lain sebagainya.

Misalnya dalam suatu rumah tangga, antara suami dan istri yang memiliki sikap yang keras dengan Ego yang selalu dipelihara dalam diri masing-masing pasangan, tentu akan membuat permasalahan tak pernah usai bisa jadi kian meruncing. Bila ada masalah, satu sama lain saling gengsi kalau harus terlebih dulu membuka suara walau hanya sekedar meminta maaf. Merasa diri paling benar sehingga tak ada titik temu dari kedua belah pihak. Dijamin komunikasi akan sulit terjalin jika demikian.

Sebetulnya, terlalu membesar-besarkan hal sepele pun akan menambah kerunyaman pikiran. Terjebak dalam perdebatan tentang persoalan-persoalan  yang tidak bermanfaat yang kadang tak diketahui ujung pangkalnya. Perang mulut yang tak terhindarkan. dengan umpatan kata-kata kasar yang sungguh, sangat tak enak didengar. Sebab hal itu lah akan membuat dadamu terasa sempit dan akal pun menjadi keruh.

Jangan terlalu berupaya memaksakan satu pendapat kepada orang lain dalam masalah-masalah yang sesungguhnya bisa dilihat dari berbagai segi. Lontarkanlah ide dan pandanganmu itu dengan santun, tenang dan tidak terlalu menggebu-gebu. Jangan sampai hati menjadi panas dan otak pun tak bisa mencerna hal-hal baik. Akhirnya kebablasan.

Hindari sikap membantah dan mengkritik apalagi menghardik. Kenapa? Pasalnya hal itulah yang akan membuat ketenangan hatimu menjadi hilang. Komunikasi menjadi tak lancar. Parahnya, citra dalam dirimu akan terkesan buruk. Ucapkanlah kalimat-kalimat baik, walaupun singkat namun penuh makna. Dengan begitu orang yang kita ajak komunikasi akan menerima dengan hati yang nyaman.

Introspeksi diri tentu harus selalu dikedepankan sebelum semuanya dibicarakan. Terkadang ada seseorang yang tak terima jika dikritik. Namun tak mampu untuk mengoreksi dirinya sendiri sementara begitu lihainya menilai dan memandang orang lain.

Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptakan kita sempurna dalam segala-galanya dan selalu terjaga dari dosa. Setiap kita pasti menanggung dosa dan memiliki segala kekurangan. Maka berbahagialah bagi mereka yang senantiasa menjaga komunikasi dan bersilaturahim dengan penuh damai serta memperbaiki diri sendiri dan tidak mempergunjingkan aib dan kesalahan orang lain.
Semoga Bermanfaat.


#Day 23
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya






Kamis, 19 Maret 2020

Tingkatkan Ibadah, Lindungi Diri dan Keluarga





images
bincangsyariah,com


Beberapa bulan yang lalu, kita tak akan pernah membayangkan bahwa kejadian ini akan kita hadapi. Peristiwa yang sungguh menurut saya pribadi, telah mengguncang dunia. Bayangkan! sebuah virus corona menjadi sangat mengerikan, dengan begitu sangat cepatnya tersebar dalam hitungan perharinya saja sudah terlihat signifikan. Korban pun berjatuhan dan negara-negara sudah terlebih dahulu melakukan Lockdown. Sosial Distancing sudah pasti kita terapkan untuk diri sendiri dan keluarga.

Di negara kita, Indonesia yang kita cintai ini, semula tak mengira bahwa virus itu akan merebak. Namun, sekalipun segelintir warga negaranya yang berada di Wuhan China sudah dipulangkan dari negeri asal muasal virus itu berawal dan dikarantina selama empat belas hari di kepulauan Natuna yang sempat menjadi pro-kontra dan hingga akhirnya yang di karantina dinyatakan bebas dari virus corona itu, ternyata tak bisa dipungkiri virus corona itu pun mewabah juga.

Bagaimana caranya setiap orang menghadapi situasi saat seperti ini? Kembali ke setiap individu masing-masing bukan? Dimana-mana masih ada yang berkeliaran tanpa rasa takut dan santai menghadapinya. Seoalah-olah apa pun yang terjadi memang benar atas kuasa Ilahi dan bisa jadi ujian untuk penduduk bumi ini yang sudah mulai tak terkendali. Berserah diri tanpa ada upaya ikhtiar untuk menjaga diri dari terjangkitnya wabah ini, sebetulnya tidak harus begitu juga ya. Kalau begitu terlalu pasrah namanya. Mending jika kita tidak punya keluarga dan sanak family, hidup hanya sendiri. Tapi jika kita hidup dengan anak-anak yang kita sayangi dan harus menjaga dan melindungi mereka dengan sekuat kemampuan setiap saatnya, bukan tidak mungkin anak-anak kita atau keluarga kita juga ada dalam bahaya.

Hasil gambar untuk gambar melindungi diri dari virus
twitter.com

Menjaga dan melindungi diri agar terhindar dari virus corona ini adalah hal yang terpenting untuk masa-masa ini. Bila perlu jagalah anak-anak kita untuk tetap berada di rumah. Sekolah-sekolah pun sudah memberikan aturannya, dan sebagian Instansi ada yang memberlakukan untuk bekerja di rumah tanpa harus keluar untuk ngantor. Bahkan ibadah-ibadah wajib pun yang selama beberapa abad lamanya kita laksanakan di dalam masjid, sekarang bisa ada aturan baru untuk sementara waktu tidak untuk melaksanakannya karena wabah yang kian mengganas.

Semua datang dan perginya segala sesuatu adalah keputusan Allah SWT. Bilamana allah berkehendak manusia tidak kuasa untuk merubah atau menolaknya. Tetap menjaga diri dari tersebarnya virus ini adalah penting. Ibadah tetap kita laksanakan dan tingkatkan dengan segenap hati dan jiwa, dengan istiqomah dan tumaninah. Justru saat inilah kita harus lebih-lebih memohon ampunan dariNYA. Memohon agar secepatnya berlalu tanpa harus banyak menelan korban.

Akhir kata, tetap semangat untuk para dokter dan tenaga medis dimanapun kalian bertugas. Melindungi diri dari wabah itu adalah hal terberat. Namun ada permohonan dan sebuah harapan dari orang-orang yang terpapar virus itu yang sudah pasti menggantungkan semua yang tengah dihadapinya hanya kepada keikhlasan kalian saat merawatnya. Semoga senantiasa dibalas oleh Allah SWT Aamiin.


#Day20
#Odop
#Estrilook Community


IRA MULYA






Rabu, 18 Maret 2020

Dampak Buruk Gadget Bagi Perkembangan Anak

Parenting Dream

Duh.. zaman sekarang ini ya, dari mulai anak-anak, remaja, dan orang tua tak lepas dari dunia Internet. Itulah bukti dari peradaban manusia yang kian melaju pesat. Tidak ada yang patut disalahkan sebetulnya, karena perkembangan dunia teknologi terutama jagat maya dan sosial media mau tak mau akan menggiring manusia untuk menikmati suguhannya. Tentu saja karena banyak hal menarik dan memudahkan untuk menggali dan mendapatkan informasi dengan cepat. Dengan jutaan konten yang tersebar dan sudah pasti membuat kita terlena untuk menyimaknya.

Namun, tunggu dulu! Sebelumnya kita harus mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya. Terutama untuk anak-anak usia perkembangan. Alangkah baiknya orang tua sedini mungkin tidak memperkenalkan dulu dunia gadget terhadap anak balitanya. Biarkan mereka tumbuh dengan semestinya secara alami. Bermain dan berinteraksi dengan teman dan lingkungannya adalah hal yang akan menyenangkan dan membuatnya ceria. Orang tua menjadi sangat berperan terhadap situasi seperti itu dan pandai-pandailah mengarahkan ke hal-hal positif lainnya agar gadget tidak membuatnya tertarik setidaknya untuk sementara waktu, menunggu hingga tiba pada saatnya untuk mengenalnya.

Dampak Buruk

* Anak akan malas melakukan aktivitas rutinnya.

* Berkurangnya komunikasi antara anak dan orang tua.
 
* .Mengganggu pola pikir dan perilaku.

*  Sulit bergaul.

* Tidak memiliki kreativitas.

* Makan, tidur, belajar menjadi terganggu.

Peran Orang Tua Jika Sang Anak Sudah Mengenal Sosial Media

* Pantaulah saat anak melakukan kegiatan atau sedang bermain gadget.

* Tanyakan konten apa yang sedang dilihatnya.

* Beri batas waktu agar si anak tidak terus terlena dengan gadgetnya.

* Perlu tahu dengan siapa ia berteman di sosial media.

* Ajaklah anak agar terbuka dan bebas mengutarakan isi hatinya tanpa harus curhat terhadap
   teman sosial medianya.

* Jangan memberikan izin jika anak akan bertemu dengan teman dunia maya nya sebelum
   mengetahui dengan siapa orangnya.

* Ingatkan saat waktu-waktu tertentu yang wajib dilakukan anak. Seperti waktu ibadah, belajar,
   makan, mandi, tidur dan lainnya.

Yuk, sebagai orang tua jangan sampai kita lengah dengan kondisi anak-anak era milenial ini. Dampingi kegiatannya saat sedang bersosial media agar semua tetap terjaga dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Berikan contoh yang baik karena anak akan mudah meniru apapun dari orang tuanya.


#Day19
#Odop
#Estrilook Community

Ira Mulya



Selasa, 17 Maret 2020

Asyiknya Memasak Sendiri di Rumah


pixabay

Tugas kita sebagai seorang istri, selain mengabdi kepada suami dan mengurus rumah tangga serta mengasuh anak-anak, tentu salah satunya harus pandai-pandai juga mengatur segala rupa pengeluaran. Saat suami mencari nafkah untuk keluarga dengan sekuat tenaga, tak jarang pikirannya-pun turut serta terlibat didalamnya.

Lelahnya suami sudah sepatutnya kita hargai. Salah satu untuk membantu meringankan beban berat di pundaknya. Hendaknya penghasilan yang diberikan kepada kita untuk keperluan rumah tangga, sebaiknya kita kelola dengan bijaksana. Salah satu nya adalah dengan memasak sendiri di rumah sebagai bentuk penghematan. Maaf...apalagi kalau gaji suami hanya cukup untuk kebutuhan primer saja.

Memasak di rumah sudah pasti bisa terjamin kebersihannya. Karena kita sendiri yang langsung terjun ke dapur untuk mengeksekusinya! Dari mulai belanja ke pasar dan memilih bahan apa saja yang harus dibeli dan diperlukan sesuai kebutuhan. Jangan sampai membeli bahan-bahan yang sesungguhnya tidak dibutuhkan, hanya akan menambah pengeluaran semakin banyak.

Tujuan memasak sendiri di rumah bagi saya tentu untuk menghemat uang. Bayangkan kalau dengan membeli makanan jadi atau makan diluar? Biaya yang keluar akan dua kali lipat lebih banyak. Walaupun nilai praktisnya ada, karena kita tak perlu cape-cape memasak dan makanan bisa lebih banyak pilihan, belum lagi kita bisa memesan makanannya lewat jasa delivery, waah.... praktis kan!
Kalau untuk sekali-kali mungkin saja tidak masalah tapi untuk setiap saat, bisa bangkrut! hehe. Kalau begitu akhirnya kasihan dengan sang suami yang sudah lelah bekerja, ya nggak bu-ibu?

Bagi saya masak sendiri di rumah itu mengasyikkan. Kita bisa sambil meengerjakan tugas rumah yang lain seperti mencuci baju (pake mesin cuci pastinya) bisa juga sambil menonton tivi, sekali-kali bisa buka handphone. Menu tinggal kita pilih sesuai yang digemari keluarga. Biasanya yang ringan-ringan saja tapi sehat. Yang penting lauk pauk sejenisnya dan sayur, boleh tambahkan buah untuk penutup. Untungnya pak suami tidak terlalu rewel dalam hal memilih makanan. Anak-anak memang terkadang agak memilih. Yang satu mau ini, yang lain mau itu, kadang saya mencari solusinya dengan membuatkan menu sesuai keinginan anak-anak saja.

Untuk makan malam yang masih bisa dihangatkan seperti lauk pauk, tidak menjadi masalah. Saya goreng kembali atau saya panggang dalam penghangat. Untuk sayuran yang awet dan berkuah, semasih dalam kondisi baik untuk dimakan, saya hangatkan juga.

Nah gimana dengan teman-teman semua? apa memasak di rumah itu menyenangkan? Semoga semua yang kita jalani sebagai kodratnya akan membawa manfaat untuk kebaikan keluarga dan menuai pahala, Aamiin.....


#Day 18
#Odop
#Estrilook Community


Ira Mulya


6 Cara Orang Tua Mengasuh Anak dengan Baik


Setiap anak tentu memiliki karakter dan kepribadian berbeda-beda yang dibawa sejak lahir. Namun karakter itu akan mulai terlihat di masa pertumbuhan, atau usia balita dan seterusnya. Dalam masa pertumbuhan peran orang tualah yang akan menjadi penentu dari segala tumbuh kembang anak.

Bukan perkara mudah untuk mendidik anak, apalagi di usia dini. Perlu lebih jauh memahami kepribadian setiap anak itu sendiri. Bagaimana anak itu tumbuh berkembang, bergaul dan beradaptasi dengan lingkungannya. Sebagian besar anak-anak akan terlihat sama. Lincah, aktif, serba ingin tahu, ceria dan mencari perhatian. Namun ada pula anak yang lain dari pada umumnya. Senang menyendiri, tertutup, tidak bisa bergaul, tidak banyak bicara, fasif dan suka dengan kesunyian.

1. Orang Tua Adalah Contoh yang Baik

Orang tua adalah tempat belajar yang paling baik untuk anaknya. Apa dan bagaimana perilaku orang tua dalam kesehariannya akan terekam dalam memori anak, dan tersimpan hingga anak itu tumbuh dewasa. Sebagai orang tua tentu harus memberi contoh yang baik dan terpuji agar si anak menjadi peniru yang baik pula. Kebiasaan orang tua yang baik akan menjadikan kebiasaan yang baik juga, apalagi saat anak berada dalam masa perkembangan dan bimbingan.


2. Berikan Rasa Nyaman

Anak akan merasakan kenyamanannya jika lingkungan rumah telah memberikan fasilitas dan penunjang dalam masa-masa pertumbuhannya. Fasilitas tidak hanya berupa materi atau mainan-mainan mahal di dalam kamarnya. Yang penting rasa nyaman yang diperlukan anak itu adalah suasana damai, tentram, tidak banyak keributan karena terlalu banyak konflik dalam keluarga, kasih sayang yang tulus, kata-kata yang lemah lembut, dan sudah pasti perhatian. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak tertata, baik lingkungan sosial dan pengasuhannya, kemungkinan si anak akan tumbuh sesuai dengan pola asuh dan lingkungan yang dialaminya.

3. Tanamkan Pendidikan Agama

Agama akan menjadi salah satu hal terpenting dan mendasar dalam setiap kehidupan manusia. Anak akan tumbuh dengan bekal agama yang diturunkan orang tuanya. Jangan salah, orang tua harus selalu mendidik dan mengajarkan hal-hal yang baik dengan landasan agama. Biasakan anak usia dini untuk mengenal masjid, pergi mengaji, kalau perlu masukkan ke sekolah-sekolah khusus yang memperdalam agama. Karena usia dini adalah usia yang mudah untuk menanamkan pelajaran agama. Ilmu yang diterapkan akan cepat ditangkap si anak dan disimpan dalam memorinya. Pelajaran agama akan membentuk ahlak dan kepribadian anak, agar kelak menjadi anak yang sholeh dan bertaqwa.


4. Jangan Bandingkan Anak Satu Dengan Anak Lainnya

Seperti yang sudah saya bahas di atas, bahwa anak tumbuh dengan karakter dan kepribadian yang berbeda. Bahkan memiliki bakat dan prestasi yang lain-lain pula. Nah, ini dia kebanyakan salahnya orang tua, yang terkadang kecewa dengan hasil dan prestasi yang di dapat anaknya. Saat sang anak tak mencapai target atau tidak menjadi juara seperti harapan orang tua, jangan sekali-kali memperlihatkan kekecewaan kita dan membanding-bandingkannya dengan prestasi anak lainnya.. Tetaplah memujinya dengan cara menguatkan hatinya agar tidak merasa kecewa dan berikan semangat untuk bangkit lagi. Membandingkan dengan anak lain hanya akan menambah beban mental dalam dirinya, sehingga anak akan menjadi murung dan sedih.

5. Ajarkan Sopan Santun

Agar anak kita memiliki sopan santun dan tata krama, sebaiknya kita sendiri selaku orang tua yang harus memiliki sikap sopan santun. Jika orang tua tidak punya Attitude, kemungkinan anak akan mencontoh hal yang sama atau bisa juga tergantung pada lingkungan dimana anak itu tumbuh. Saat orang tua memiliki Attitude tapi anaknya tidak, mungkin pengaruh lingkungan yang semberono dan pergaulan yang salah yang menyebabkannya.

6. Adil dan Bijaksana

Anak akan merasakan sedih, sakit hatinya dan ter-intimidasi dengan sikap orang tua yang tak adil terhadap anak-anaknya. Membedakan antara satu anak dengan anaknya yang lain. Jangan karena anak yang satu lebih menonjol dan membanggakan, maka timbul-lah sikap tak adil itu. Sebaiknya tetaplah bijaksana dan berdiri di tengah-tengah tanpa harus berpihak kemana-pun. Jangan sampai anak yang sedang menerima ketidak-adilan dari orang tuanya tak dapat menguasai dirinya dan menjadi frontal.


#Day17
#Odop
#Estrilook Community


IRA MULYA
Gambar Pixabay

























Senin, 16 Maret 2020

Makanan Spesial Ikan di Pantai "Lebih" Gianyar Bali


dokpri

Bali ternyata memiliki banyak kuliner pilihannya juga lho! Daerah tujuan wisata sudah seharusnya menyediakan tempat-tempat makan yang akan menjadi kelengkapan perjalanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerahnya. Disini saya akan membagikan sedikit info tentang restoran yang murah, nyaman dan enak.

Jika teman-teman yang ingin menikmati sajian spesial ikan, selain Jimbaran ada tempat di daerah pantai "lebih" yang berada di kabupaten Gianyar. Jika dari arah Denpasar bisa melalui Jalan Ida Bagus Mantra By-pass Ketewel. Kira-kira 20 menit dari kota Denpasar.

Begitu sampai di pelataran parkir menuju bibir pantai, rumah-rumah makan yang hanya menyediakan makanan spesial ikan itu akan tampak berjejer di kiri dan kanannya. Tinggal pilah-pilih tempat yang mana yang paling enak dan nyaman.

Ada satu warung yang sering menjadi langganan saya yaitu warung Mendega. Warung yang terletak paling ujung ini memiliki banyak tempat duduk dengan konsep gazebo -gazebo, lesehan dan kursi-kursi dengan meja yang besar hingga ada yang bisa menampung dua puluh orang. Dilengkapi dengan bantal-bantal kursi warna-warni untuk alas duduk di lesehan. Tirai-tirai panjang, lampu-lampu hias, bunga-bunga, lilin dan ornamen-ornamen lainnya terlihat semakin menambah suasana warung itu kian menarik. Mushola, toilet, dan tempat istirahat bagi pengunjung yang memiliki balita tentu menjadi pelengkap lainnya.

dokpri


Tersedia beberapa paket pilihan dengan menu yang bervariatif dan harga yang sangat terjangkau pastinya. Aneka ikan bakar, goreng, pepes, cumi-cumi, udang, kerang, lobster, sate ikan, kerupuk ikan, sup ikan, dan nasi goreng seafood juga ada! Tambahannya ada sayur plecing khas Bali dan sambal matah, wah...nendang banget tuh pedesnya. Makanannya cukup enak, dimasak dengan bumbu Bali yang sangat aromatik. Dengan rempah yang sangat kuat. Untuk minumannya tentu ada macamnya juga. Es kelapa muda selalu menjadi andalan saya. Untuk yang memesan paket lobster, ada kolam khusus dimana lobster-lobster itu bisa kita pilih langsung dalam keadaan masih hidup dan segar.

Untuk harga, jangan kuatir karena benar-benar murah. Dari harga paket yang paling murah yaitu 20 ribu rupiah sampai 100 ribu rupiah, kita sudah dapat satu paket makan enak dan puas. Nah teman, itulah rekomendasi tempat makan yang lumayan nyaman. Saat sedang menikmati hidangan, pemandangan laut dengan debur ombak akan tampak jelas dan dekat sekali dari sana. Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan terlihat di kejauhan.


#Day16
#Odop
#Estrilook Community

Sabtu, 14 Maret 2020

Buta Warna Salah Satu Penyebab Gagalnya Cita-cita

kickstarter.com
Banyak orang tak menyadari sebelumnya kalau dirinya terkena buta warna. Jelas, kalau orang tersebut tak pernah sengaja melakukan tes buta warna. Biasanya seseorang akan segera tahu jika dirinya tak lolos tes misalnya untuk masuk Tentara, Polisi atau ke Perguruan Tinggi Negeri jurusan tertentu, akibat buta warna tersebut.

Hal itu pernah saya alami saat anak saya tak lolos masuk SMK negeri jurusan komputer. Awalnya saya tidak tahu bahwa akan ada tes buta warna. Yang saya tahu hanyalah tes kesehatan biasa yang tidak terlalu spesifik. Setelah lolos uji lainnya, terakhir tes buta warna. Tes itu sebetulnya terlihat sangatlah mudah. Hanya menebak pola-pola yang tertera dengan aneka campuran warna hijau, merah, oranye, kuning dan lainnya. Kalau dilihat dari dekat pola itu penuh warna dan berbentuk bulatan kecil-kecil atau titik-titik, dan jika di lihat dari jauh di tengahnya akan tampak gambar angka atau gambar huruf. Nah, pola itu akan terlihat dan terbaca dengan jelas oleh orang yang tidak buta warna, sedangkan orang yang buta warna tak akan bisa melihat pola apapun.

Merdeka.com
Kembali lagi ke cerita anak saya tadi, akhirnya untuk memastikan ke-akuratannya, sekolah tersebut menyarankan untuk diperiksa kembali di rumah sakit. Ternyata hasilnya tetap sama. Duh, anak saya sedikit kecewa. Padahal nilai hasil Ujian Nasional-nya sudah memenuhi target, namun apa boleh buat harus rela di sekolah swasta.

Yuk, kita cerita sedikit tentang buta warna. Buta warna disebabkan oleh kelainan genetik yang diturunkan orang tua kepada anaknya. Umumnya banyak menyerang anak laki-laki. Anak perempuan hanyalah pembawa sifat. Jadi si anak perempuan yang pembawa sifat ini akan menurunkannya kepada anak laki-lakinya. Penyakit buta warna tidak terlihat secara fisik, dan hanya bisa diketahui melalui tes. Bahkan tes-tes tersebut bisa dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke rumah sakit. Jadi, rumah sakit hanya untuk lebih memastikan saja. Tes itu dinamakan tes Ishihara. Di Internet sudah banyak tersedia, dan kita sudah bisa langsung tahu hasilnya, karena dengan tidak bisanya membaca pola-pola itu, artinya kita mengidap buta warna. Buta warna bisa juga disebabkan karena gangguan saraf mata atau retina karena cedera dan biasanya hanya menyerang satu mata saja.

Untuk buta warna Kongenital sebetulnya tidak bisa diobati dan tidak akan menimbulkan kecacatan yang berarti. Sedangkan buta warna Parsial adalah buta warna yang banyak dialami atau paling umum. Walaupun adanya alat bantu, yaitu berupa kacamata dan lensa kontak dengan filter khusus, namun tidak sepenuhnya dapat membantu untuk mengoreksi ketidakmampuan mata untuk membedakan warna-warna tertentu.

Saat cita-cita itu tidak dapat diraih karena buta warna. Tak usah kuatir, banyak jalan menuju Roma! Begitulah menurut peribahasa .

#Day15
#Odop
#Estrilook Community




Jumat, 13 Maret 2020

Hati-hati Aedes Aegypti Menyebarkan Keganasannya

KBK Kantor Berita Kemanusiaan

Miris ya, dengan berita tentang pasien demam berdarah yang akhir-akhir ini melanda di berbagai daerah. Apalagi di negara yang ber-iklim tropis seperti di Indonesia. Di saat musim penghujan tiba, yang mana nyamuk Aedes aegypti keluar dan menyebarkan virus Dengue yaitu virus pembawa penyakit demam berdarah. Anehnya hanya nyamuk betina dari Aedes aegypti inilah yang menyebarkannya dan bukan dari nyamuk jantan.

Banyaknya kasus-kasus kematian yang disebabkan demam berdarah, umumnya dikarenakan terlambat mendapat pertolongan. Setelah sekian hari demam tinggi, disertai mual, muntah dan sakit kepala, pasien tidak segera dibawa ke rumah sakit. Hanya dirawat di rumah dan diberikan obat-obat ringan penurun panas. Akhirnya demam panas tak turun juga sehingga kondisi pasien kian lemah. Setelah terjadi demikian baru si pasien di bawa ke rumah sakit. Bangsal-bangsal rumah sakit pun, ternyata penuh oleh pasien DBD.

Tribun Manado

Sebelum semuanya menjadi terlambat, sebaiknya kita tetap waspada untuk menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal rumah kita agar nyamuk Aedes aegypti tidak bersarang dan beterbangan. Jangan salah, nyamuk ini senang bersemayam di tempat air yang bersih lho!

Yuk, kita kenali jenis nyamuk Aedes aegypti ini dengan seksama dan apa yang harus kita lakukan untuk mencegah penyebarannya.

Ciri dan Penyebarannya

* Nyamuk ini memiliki ukuran yang kecil. Berwarna hitam mengkilat dengan belang-belang putih di
   seluruh badannya.

* Senang bersarang di tempat air bersih yang tergenang, di dalam bak-bak penampungan air,
   di dalam vas bunga, di kolam ikan dan aquarium hingga bertelur dan berkembang biak.

* Tempat-tempat gelap adalah yang sangat disukai nyamuk ini. Di kolong tempat tidur, lemari
   pakaian, kapstok-kapstok baju yang tergantung.

* Mampu terbang sangat jauh hingga ratusan meter.

* Menggigit di pagi hari dan sore menjelang malam.


Bagaimana Cara Pencegahannya

* Menutup lubang-lubang air dengan rapat.

* Membersihkan dan menguras bak-bak penampungan air.

* Buanglah dan timbunlah barang-barang bekas yang sudah tak terpakai, seperti kaleng,
  dan botol-botol kosong yang memungkinkan air tergenang disana.

* Tutuplah lubang-lubang udara dengan ram kawat.

* Taburkan bubuk Abate ke dalam bak penampungan air.

* Gunakan obat nyamuk untuk melindungi tubuh dari gigitannya. Bisa berupa lotions anti nyamuk
   atau obat nyamuk bakar dan yang disemprotkan.

Jika virus pembawa penyakit demam berdarah ini kian meluas dan memakan banyak korban, laporkan segera hal tersebut kepada dinas yang terkait agar diberantas dengan tindakan lainnya yaitu Fogging atau pengasapan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan mari menjaga lingkungan dan kebersihan di lingkungan rumah masing-masing agar senantiasa terjaga dan terhindar dari wabah-wabah penyakit apapun.

#Day14
#Odop
#Estrilook Community

Ira Mulya




Kamis, 12 Maret 2020

Mencari Teman Sejalan, Sulitkah?




Rejeki bukan saja tentang harta, memiliki teman yang baik juga merupakan rejeki. Begitulah kira-kira kalimat yang sering kita dengar. Mencari teman yang bisa dijadikan sahabat setia itu memang tak mudah ya. Perlu waktu untuk lebih jauh menyelami sifat dan karakternya. Engga ada salahnya kan? demi sebuah persahabatan sejati dan abadi. Jadi intinya begini, menjalin tali persahabatan itu lebih baik dengan teman yang sedikitnya punya watak yang ngga jauh-jauh amat dari kita. Punya visi dan misi yang sejalan dalam hal apapun, pengertian, tidak egois, dan yang penting pandai menjaga lisannya agar tak seperti ember bocor! Yang senang membongkar semua rahasia temannya kesana-kesini.

Ada tipe orang yang tidak ingin memiliki banyak teman. Tipe orang seperti ini biasanya bersifat Introvert. Orang-orang dengan tipe ini, menganggap sendiri itu lebih baik daripada banyak teman, tapi tak sejalan. Emang bener juga sih menurut saya, terlalu dekat dan lengket dengan teman terkadang berujung jadi permusuhan. Kan jadi bikin ribet dan ribut juga akhirnya.

Sifat dan kepribadian orang tentu berbeda, dan untuk bersatu menjalin persahabatan butuh saling pengertian satu sama lain. Nah, ini dia yang kadang-kadang menjadi sandungan. Ingat! Teman atau sahabat sejati itu tak akan pernah menikung dari belakang. Dia akan berpegang pada prinsipnya bahwa teman yang baik adalah harta kedua setelah keluarga.

Selama tiga puluh tahun ini saya tak pernah terlalu dekat dengan teman atau sahabat. Karena saya  hidup di perantauan, jadi sangat jauh dengan teman dan sahabat-sahabat lama saat waktu sekolah dulu. Untuk hadir di reuni-reuni sekolah pun, tak pernah sekalipun saya hadiri karena jarak yang jauh. Tapi bukannya berarti saat ini saya tidak bisa bersosialisasi lho!  Baik dengan teman-teman baru ataupun dengan tetangga dimana tempat saya tinggal. Hanya Intensitasnya sudah tidak seperti dulu lagi. Semua saya batasi karena harus fokus untuk keluarga. Dengan begitu konflik dengan teman tak pernah ada, tak pernah bergosip, tak pernah ngumpul-ngumpul dan buat acara yang sebetulnya tak penting. Semua berjalan normal sesuai keperluan sehingga menjalani hidup-pun penuh kedamaian bersama keluarga saja.

Zaman sekarang tak lepas dari yang namanya sosial media. Untuk berinteraksi dengan teman dan sahabat lama tentu sangatlah mudah. Semua akan terhubung satu sama lain. Banyaknya grup-grup WhatsApp memudahkan jalinan pertemanan itu kian erat. Sekalipun demikian dan hanya bertemu dan say hello melalui jaringan smart phone, tetaplah konflik selalu ada, dan saya sangatlah tidak suka dengan konflik. Tidak enak didengar dan tentu persahabatan menjadi terpecah-pecah yang akhirnya sulit untuk kembali pada semula karena semua akan merasa paling benar sendiri dan tidak ada yang mau mengalah.

Namun bagi saya mencari teman yang sejalan di dunia nyata itu ibarat mencari jarum ditumpukkan jerami. Pernah alami hal yang tak mengenakkan hati dari seorang sahabat yang ternyata bermuka dua. Sungguh membuat diri saya sangat terpukul. Sifat saya yang cenderung sering mengalah dan tak bisa melawan merupakan kelemahan yang sudah mendarah daging. Sehingga mudah sekali untuk di Intimidasi. Lelah dengan semua itu dan untuk menghindari sebuah konflik, lebih baik saya mundur dan tidak mencari teman untuk berbagi keluh kesah lagi. Berteman hanya seperlunya, menjaga sikap agar tidak menciptakan masalah, jangan terlalu banyak bicara yang tidak semestinya. Bagi saya Bukan teman yang banyak tapi teman yang baik, teman yang baik tidak menghakimi satu sama lain.




Yang penting saat ini adalah berteman dan bertetangga di jalin dengan baik. Saling membantu satu sama lain adalah kewajiban. Bersikap ramah dan tetap menjaga adab dalam bergaul dan bermasyarakat menjadi salah satu yang terpenting. Semoga bermanfaat.

#Day13
#Odop
#Estrilook Community

Ira Mulya
Gambar Pixabay





Film-film yang Tunda Tayang di Tahun 2020

          Tahun 2020 adalah tahun yang sangat kelam. Dimana, wabah virus Corona tengah melanda seluruh belahan bumi. Meruntuhkan segala ben...